JAKARTA. Mulai tahun depan direktorat Jenderal pajak (DJP) siap merancang kantor pajak digital secara bertahap.Tujuannya memudahkan pelayanan bagi wajib pajak.
Direktur penyuluhan,pelayanan, dan Humas direktorat jendral pajak (djp) kementerian keuangan (kemkeu) Hestu yoga. saksama menyatakan dengan perkembangan teknologi informasi bisa membuat segala layanan dan pekerjaan perpajakan berbasis teknologi informasi, mulai dari pelayanan, pengawasan bahkan penegakan hukum.
Cara ini sejatinya mengekor langkah negara maju yang sudah lebih dulu menerapkan pajak secara digital. Nanti konsep pelayanan pajak mengutamakan situs dan saat infromasi (contact center) untuk memproses segala kebutuhan wajib pajak.
Hingga kini ini, dari sebanyak 152 jenis layanan perpajakan yang ada, terdapat 31 layanan pajak yang sudah digital. Misalnya filing, e-reg, e-billing, surat keterangan domisili (skd), surat keterangan fiskal (SKF) dan lainnya
Contoh nyata, SPT tahunan yang sudah wajib pajak lapor kan ada 12,3 juta wajib pajak, sekitar 92% via e filling. Kedepan, kami akan arahkan layanan lainnya secara online dengan dukungan contact center yang kuat, “katanya kepada KONTAN, (13/8).
Kantor pajak juga telah menyiapkan perubahan tiga jenis layanan pusat informasi ini. Menurut Hestu saat ini contact center klik untuk layanan via website, call untuk contact center dan counter untuk tempat pelayanan terpadu (TPT) di kantor pelyanan pajak (KPP). Nantinya secara bertahap layanan di TPT pindah ke click and call.
Dengan membuat layanan menjadi digital, kantor pajak berharap kualitas layanan perpajakan meningkat dan wajib pajak lebih efisien dalan urusan perpajakan. SELAIN ITU upaya reformasi perpajakan ini juga bisa mengurangi frekuensi pertemuan antara wajib pajak dengan aparat pajak. Untuk jangka panjang kebijakan ini membuat pajak makin berintegritas.
Direktur eksekutif center for indonesia taxation analysis (CITA) Yustinus prastowo menyarankan bagi pegawai pajak yang terkena efek “digitalisasi tersebut bisa pindah ke bagian pengendalian, analisa pajak atau auditor pajak yang masih butuh tenaga.
Sedangkan pengamat perpajakan danny darusalaam tax center (ddtc) bawonona perubahan ini lantaran yang diuntungkan bukan Cuma bagi wajib pajak tapi aparat dirjen pajak senidri jadi lebih mudah bekerja.
Sumber : Harian Kontan

WA only
Leave a Reply