Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menargetkan rasio perpajakan atau tax ratio pada 2020 sedikit di atas 2019 yaitu sekitar 11,5 persen. Tahun ini, dalam outlook Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) target tax ratio hanya 11,1 persen.
“Beberapa hal yang penting tax rasio 11,5 persen untuk 2020,” ujar Sri Mulyani saat memberi paparan dalam penjelasan Nota Keuangan RAPBN 2020 di Kantor Pusat DJP, Jakarta, Jumat (16/8).
Secara keseluruhan, penerimaan perpajakan pada 2020 ditargetkan sebesar Rp 1.861,8 triliun. Angka tersebut naik jika dibandingkan outlook APBN 2019 sebesar Rp 1.643,1 triliun.
“Kalau dilihat ini masih cukup sehat dengan lingkungan makro yang cukup melemah di level global dan ini suatu tantangan. Kita akan terus melakukan reformasi bidang perpajakan,” jelas Sri Mulyani.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menambahkan, pemerintah akan terus mengoptimalkan penerimaan pajak di tahun depan. Namun peningkatan penerimaan pajak akan dilakukan dengan hati hati tanpa mengganggu iklim usaha.
“Di satu sisi tetap mengingatkan penerimaan pajak tapi tidak ganggu iklim investasi. Oleh karena itu, instrumen pajak tidak hanya untuk collection juga dorong investasi,” tandasnya.
Sumber : Merdeka.com

WA only
Leave a Reply