AS Menaikkan Tarif Impor Prancis

Kemenkeu Masih Pikirkan Soal Insentif Sektor Asuransi
December 4, 2019
Kemenkeu tekankan pentingnya kesadaran berasuransi bagi pembangunan
December 4, 2019

Penerapan kebijakan ini diterapkan karena Prancis memungut pajak digital ke perusahaan AS seperti Facebook dan Google

Washington, belum selesai perang dagang dengan China, kini Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyerang negara Eropa. AS berencana mengenakan bea hingga 100% atas US$ 2,4 miliar dari produk impor dari Prancis termasuk sampanye, tas tangan, keju dan produk lainnya.

Langkah AS ini dilakukan setelah mengetahui pajak layanan digital baru Prancis akan membahayakan perusahaan teknologi AS. Kantor Perwakilan Dagang AS (mengatakan bahwa pajak Prancis tidak konsisten dengan prinsip-prinsip kebijakan pajak internasional yang berlaku, dan sangat memberatkan bagi perusahaan-perusahaan AS yang terpengaruh. Termasuk Google Alphabet Inc, Facebook Inc, Apple Inc, dan Amazon.com Inc.

Tidak adil

Perwakilan Dagang AS, Robert Lighthizer mengatakan, pemerintah sedang menjajaki apakah akan membuka penyelidikan serupa terhadap pajak layanan digital Austria, Italia, dan Turki. “United States Trade Representative berfokus pada melawan proteksionisme yang berkembang di negara-negara anggota UE, yang secara tidak adil menargetkan perusahaan-perusahaan AS,” kata Lighthizer dikutip Reuters, Senin (2/12).

AS juga mengancam mengenakan tarif impor ke negara Eropa lain.

Agen perdagangan AS mengatakan akan mengumpulkan komentar publik atas daftar tarif yang diusulkan serta opsi untuk mengenakan biaya atau pembatasan pada layanan Prancis, dengan audiensi publik dijadwalkan 7 Januari mendatang.

Prancis memang sedang menekan perusahaan teknologi asal AS. Prancis sudah memulai sidang pajak layanan digital Prancis.

Senat Prancis sudah menyetujui retribusi 3% yang akan berlaku untuk pendapatan dari layanan digital yang diperoleh di Prancis oleh perusahaan-perusahaan dengan pendapatan lebih dari € 25 juta serta perusahaan dengan pendapatan € 750 juta atau US$ 838 juta di seluruh dunia.

Dalam kesaksiannya, perusahaan asal AS keberatan pajak ini. Misalnya, seperti Direktur kebijakan pihak internasional Amazon Peter Hiltz mengatakan, dalam kesaksiannya tertulis bahwa lebih dari 10.000 usaha kecil dan menengah yang berbasis di Prancis menjual di toko online Amazon akan terkena biaya sebesar 3%. Akibatnya, produk dan layanan yang dijual melalui toko online Amazon di Prancis akan lebih mahal saat ada di tangan konsumen akibat pengenaan pajak.

Sumber : Harian Kontan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only