Reformasi Pajak AS Pengaruhi Penerimaan Negara Maju | Ekonomi

Pemerintah Ubah Mekanisme Penyampaian SPOP PBB | Ekonomi
December 12, 2019
Jastip Meresahkan, Pengusaha Ritel Minta Bea Masuk Dirombak
December 12, 2019

JAKARTA – Penerimaan pajak di negara-negara maju pada 2018 tercatat mengalami stagnasi atau hampir tidak mengalami perubahan sejak 2017.

Dalam publikasi Revenue Statistics 2019 terbarunya OECD menyebutkan bahwa pendapatan tahunan negara tersebut menunjukkan bahwa rasio pajak terhadap PDB rata-rata OECD adalah 34,3% pada 2018, hampir tidak berubah sejak 34,2% pada 2017.

“Ini mengakhiri tren peningkatan tahunan dalam rasio pajak terhadap PDB yang terlihat sejak krisis keuangan,” tulis publikasi OECD yang dikutip Bisnis.com, Kamis (12/12/2019).

Lembaga global ini menengarai reformasi pajak Amerika Serikat sebagai salah satu penyebab menurunnya kinerja penerimaan pajak tersebut, yang turun dari 26,8% dari PDB pada 2017 menjadi 24,3% pada 2018.

Menurut OECD, reformasi ini memengaruhi penurunan pendapatan pajak penghasilan badan, yang turun 0,7 poin persentase dan pendapatan pajak penghasilan pribadi (turun 0,5 poin persentase).

Penurunan juga terlihat di 14 negara lain, dipimpin oleh penurunan 1,6 persen poin di Hongaria dan penurunan 1,4 persen di Israel. Sebaliknya, sembilan belas negara OECD melaporkan peningkatan rasio pajak terhadap PDB pada 2018, dipimpin oleh Korea (1,5 poin persentase) dan Luksemburg (1,3 poin persentase).

Pada 2018, empat negara OECD memiliki rasio pajak terhadap PDB di atas 43% (Prancis, Denmark, Belgia, dan Swedia) dan empat negara Uni Eropa lainnya juga mencatat rasio pajak terhadap PDB di atas 40% (Finlandia, Austria, Italia, dan Luksemburg) .

Lima negara OECD (Meksiko, Chili, Irlandia, Amerika Serikat, dan Turki) mencatat rasio di bawah 25%. Mayoritas negara-negara OECD memiliki rasio pajak terhadap PDB antara 30% dan 40% dari PDB pada 2018.

Adapun dalam publikasi ini OECD juga mencatat penerimaan pajak penghasilan badan terus meningkat sejak 2014, naik menjadi 9,3% dari total pendapatan pajak di OECD pada 2017.

“Ini adalah pertama kalinya pendapatan pajak penghasilan perusahaan melebihi 9% dari total penerimaan pajak sejak 2008,” imbuh laporan tersebut.

Sebaliknya, kontribusi jaminan sosial dalam total penerimaan pajak melanjutkan penurunan konsisten yang terlihat dalam beberapa tahun terakhir, turun menjadi 26% pada tahun 2017, dibandingkan dengan 27% pada 2009. Jenis pajak lainnya belum menunjukkan tren yang jelas dalam beberapa tahun terakhir.

Laporan tahun OECD berisi fitur khusus yang merekonsiliasi data pendapatan pajak yang berkaitan dengan lingkungan dalam Revenue Statistics dengan basis data dari Policy Instruments OECD for The Environment (PINE). Upaya ini memberikan data berkualitas tinggi untuk pembuat kebijakan dan peneliti di bidang kebijakan penting ini.

Fitur khusus menunjukkan bahwa penerimaan pajak terkait lingkungan menyumbang 6,9% dari total penerimaan pajak rata-rata di negara-negara OECD pada 2017, mulai dari 2,8% di Amerika Serikat hingga 12,5% di Slovenia dan Turki.

Sebagai bagian dari PDB, pajak lingkungan menyumbang rata-rata 2,3%, dengan pangsa negara berkisar dari 0,7% di Amerika Serikat hingga 4,5% di Slovenia. Bagian terbesar ERTR berasal dari pajak energi, baik rata-rata dan di hampir setiap negara OECD, terhitung hampir tiga perempat ERTR.

Sumber: bisnis.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only