Ramalan Seram Sri Mulyani: Saat Konsumsi Masyarakat Tumbuh 0%

Tekor Harga Minyak, Arab Saudi Naikkan PPN 3 Kali Lipat
May 12, 2020
Pupuk Indonesia capai rekor produksi 11,8 juta ton dengan pendapatan Rp 71,31 triliun
May 12, 2020

JAKARTA — Pemerintah meramal pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 dengan pertumbuhan minus 0,4%. Hal ini karena konsumsi masyarakat diproyeksikan tidak tumbuh atau 0% di tahun ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan melihat data yang terjadi pada kuartal I-2020, pertumbuhan ekonomi hanya tumbuh 2,97%.

Konsumsi rumah tangga yang biasanya tumbuh pada kisaran 5%, namun selama kuartal I-2020 konsumsi hanya tumbuh 2,84%. Lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 5,02% pertumbuhan konsumsinya.

Terlebih kata Sri Mulyani, pada kuartal II-2020, atau tepatnya di bulan April dan Mei, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah dilakukan secara meluas ke berbagai daerah.

“Sehingga belanja di berbagai household [Rumah Tangga] mungkin akan mengalami penurunan yang cukup signifikan,” tutunya dalam video conference, Jumat (8/5/2020).

Sebenarnya, apabila dalam skenario optimistis, di mana pertumbuhan ekonomi bisa menyentuh 2,3% konsumsi masih tumbuh positif, meski tak setinggi sebelumnya.

Sementara, apabila dalam skenario sangat berat, dengan pertumbuhan ekonomi -0,4%, maka konsumsi masyarakat hanya dipastikan nihil atau 0% di tahun ini.

“Kalau 2,3% itu artinya konsumsi masih tumbuh positif. Kalau sampai di minus 0,4% barangkali konsumsi sebagian mengalami pertumbuhan nyaris 0% secara over all,” tuturnya.

Pemerintah masih memiliki waktu 7 bulan lagi hingga akhir tahun. Sri Mulyani berharap ekonomi pada kuartal III dan IV akan berangsur pulih.

Beberapa strategi berupa stimulus untuk mendorong konsumsi masyarakat sudah disiapkan. Salah satunya melalui bantuan sosial atau bansos kepada golongan masyarakat miskin.

Meskipun Sri Mulyani memahami, bansos tak akan mampu mensubtitusi konsumsi yang andilnya dalam perekonomian mencapai Rp 9.000 triliun secara nasional. Bahkan di Pulau Jawa sendiri, andil konsumsi masyarakat terhadap Produk Domestik Bruto mencapai lebih dari Rp 5.000 triliun. Namun dia meyakini konsumsi masih bisa tumbuh dari stimulus pemerintah saat ini.

“Strategi dalam lakukan ekspansi bansos hingga dekati 60% dari masyarakat Indonesia, adalah strategi yang kita lakukan. Dan kita berharap ini covid-19 bisa terjaga stabilitas dari jumlah pasien dan penurunannya, bisa sebabkan kemungkinan terjadinya langkah-langkah untuk memberikan relaksasi sosial, sehingga denyut ekonomi kembali pulih,” harap Sri Mulyani.

Sumber: CNBCIndonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only