Industri Migas Tak Akan Impor Walau Harga Minyak Turun

Menkop dan UKM Paparkan Skema Pemulihan Ekonomi KUMKM di Masa dan Pasca Covid-19
May 14, 2020
Rasio Pajak 2021 Dipatok 8,25%, Terendah Sejak 2010
May 14, 2020

Jakarta, — Industri hulu migas nasional seperti Pertamina maupun Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lain bertekad tidak akan melakukan impor di tengah menurunnya harga minyak dunia. Mereka memilih untuk tetap berproduksi.

Direktur Eksekutif Indonesian Petroleum Association (IPA) Marjolijn Wajong mengatakan Pertamina dan industri migas lain tetap melakukan operasional dan tidak akan menghentikan produksi. Padahal, kondisi saat ini sangat sulit. Apalagi saat ini virus corona tengah mewabah.

“Tidak mungkin Pertamina dan KKKS lain mengalihkan ke impor, semata-mata hanya untuk mendapatkan harga murah. Bisa jadi produksi memang menurun karena berbagai kendala akibat pandemi covid-19. Tetapi, industri migas harus tetap beroperasi,” katanya dikutip dari Antara, Rabu (13/5).

Menurut dia, sejumlah kendala tentu akan dihadapi untuk berproduksi. Kesulitan salah satunya terjadi pada proses membawa barang sehingga terlambat datang.

Selain itu, perusahaan juga perlu memastikan orang yang terlibat produksi di lapangan sehat.

“Karena bisa saja, ketika barang akan dibawa tetapi orangnya sedang dikarantina,” kata Meity.

Menurutnya apapun kendalanya, industri migas harus tetap beroperasi karena pada dasarnya produksi domestik harus maksimal supaya tidak mengganggu ekonomi nasional.

Jika industri migas berjalan, tambahnya, industri pendukung seperti penyedia kapal, barang-barang operasi, seperti valve, pipa, pompa, dan berbagai jasa lain bisa tetap beroperasi.

“Karena tidak mungkin kami beroperasi tanpa industri pendukung. Dengan demikian, bukan hanya industri migas yang tetap baik, tetapi ekonomi berbagai sektor juga tetap bergerak. Orang-orang masih bekerja, kegiatan ekonomi tetap berjalan. Jadi, multiplier effect-nya memang banyak,” kata dia.

Dengan tetap berproduksi, menurut dia, karyawan juga masih membayar pajak kepada negara. “Jadi, jangan hanya melihat harga minyak dunia turun terus melakukan menghentikan produksi dan beralih ke impor. Kami melihat lebih luas. Kami juga tidak ingin terjadi lay off massal,” ujarnya.

Sumber : CNN Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only