BI catat surplus operasional Rp 33,35 triliun di 2019, simak mekanisme pengelolaannya

Efek Covid-19, Realisasi Pajak PKB dan BBNKB Sumut Menurun Signifikan
May 26, 2020
Tergerus PPh Migas, penerimaan pajak hingga April kontaksi 3,09%
May 26, 2020

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat surplus operasional setelah pajak sebesar Rp 33,35 triliun di sepanjang tahun 2019. Pencapaian ini sudah melampaui target surplus dalam Anggaran Tahunan Bank Indonesia (ATBI) 2019 yang sebesar Rp 17,25 triliun. 

Menurut Laporan Tahunan Bank Indonesia (LTBI) 2020, surplus ini oleh BI akan dibagi sesuai dengan ketentuan Undang-Undang (UU) Bank Indonesia.

Pertama, 30% untuk cadangan tujuan. Kedua, sisanya dipupuk sebagai Cadangan Umum sehingga jumlah modal dan cadangan umum menjadi 10% dari kewajiban moneter. Ketiga, sisa surplus setelah dikurangi pembagian tersebut, akan diserahkan kepada pemerintah. 

“Namun, bila ada penyelesaian Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) belum berakhir, cadangan tujuan ditetapkan sebesar 10%,” tulis bank sentral dalam LTBI yang diterima Kontan.co.id, Selasa (26/5). 

BI memerinci kegunaan dari cadangan umum dan cadangan tujuan. Cadangan umum digunakan untuk menambah modal atau menutup bila bank sentral mengalami defisit anggaran. 

Sedangkan cadangan tujuan, digunakan untuk biaya pengganti dan/atau pembaruan aset tetap, pengadaan perlengkapan yang diperlukan, serta pengembangan organisasi dan sumber daya manusia (SDM) dalam melaksanakan tugas dan wewenang BI, juga untuk penyertaan yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan tugas BI. 

Sebagai tambahan informasi, dalam UU BI juga disebut bahwa BI memerlukan modal sekurang-kurangnya Rp 2 triliun. Modal tersebut harus ditambah sehingga menjadi 10% dari seluruh kewajiban moneter, yang dananya berasal dari cadangan umum atau hasil revaluasi aset. 

Sumber : KONTAN.CO.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only