BI sudah bayar pajak Rp 11,87 triliun atas surplus operasional tahun 2019

Memungut PPN atas Transaksi Digital
May 26, 2020
UNSP Sisihkan Provisi Piutang, Rugi Tahun 2019 Membengkak Menjadi Rp 4,46 Triliun
May 26, 2020

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) sudah membayar pajak sebesar Rp 11,87 triliun pada tahun 2019.

Total kewajiban pajak bank sentral tersebut berasal dari surplus operasional BI yang tercatat sebesar Rp 45,22 triliun pada tahun lalu.

Pengenaan pajak terhadap surplus operasional BI ini sejalan dengan Undang-Undang (UU) no. 36 tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan (PPh).

Di pasal 4 UU tersebut, disebutkan bahwa surplus operasional BI termasuk ke dalam obyek pajak.

Tata cara perhitungan pembayaran PPh surplus bank sentral pun diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) no. 100/PMK.03/2011.

Dalam beleid tersebut, surplus BI yang menjadi obyek pajak adalah surplus yang telah dilakukan penyesuaian atau koreksi fiskal sesuai dengan UU PPh dengan memperhatikan karakteristik BI.

Penyesuaian yang dimaksud tersebut adalah pengakuan keuntungan atau kerugian selisih kurs mata uang asing, penyisihan aktiva, serta pertimbangan penyusutan aktiva tetap.

Surplus tersebut juga harus melalui audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Setelah dipotong pajak, itu berarti BI masih mencatat surplus operasional sebesar Rp 33,35 triliun di sepanjang tahun lalu.

Capaian ini sudah lampaui target surplus dalam Anggaran Tahunan Bank Idnoensia (ATBI) 2019 yang sebesar Rp 17,25 triliun.

Meski masih mencetak surplus, surplus ini rupanya masih lebih kecil bila dibandingkan dengan surplus operasional di tahun 2018 yang mencapai Rp 48,02 triliun.

Untuk selanjutnya, dalam ATBI 2020, BI menargetkan surplus operasional sebesar Rp 20,85 triliun.

Target ini meningkat 20,88% dair target surplus operasional ATBI 2019. NOminal surplus tersebut disokong oleh target penerimaan yang lebih besar dari arget pengeluaran.

Sumber : KONTAN.CO.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only