Sri Mulyani: Capaian Ekonomi Indonesia di 2021 Sangat Baik

Menperin Tawarkan Insentif Tax Allowance Tarik Minat Investasi Industri Atsiri
July 1, 2022
Rekapitulasi PPS, Mayoritas Peserta Ungkap Harta Kas dan Setara Kas
July 2, 2022

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan ekonomi Indonesia di 2021 dapat tumbuh 3,69 persen. Menurutnya, capaian itu lebih baik dibandingkan beberapa negara lain. 

“Sebuah capaian yang sangat baik di tengah situasi yang penuh tantangan,” kata Sri Mulyani saat sidang paripurna DPR yang disiarkan virtual pada Kamis, 30 Juni 2022.

Dia mengatakan pada level Produk Domestik Bruto atau PDB riil 2021 bahkan sudah melebihi level masa pra-pandemi di 2019 atau 101,6 persen. Hal itu terjadi di saat banyak negara di dunia belum kembali pada level pre-pandemi.

Dia mengatakan seperti Prancis baru 98,4 persen, Jerman 97,5 persen, Inggris 96,4 persen, Malaysia 96,4 persen, dan Filipina 95,5 persen.

Menurutnya, pemulihan ekonomi Indonesia di 2021 juga terjadi secara inklusif. Hal itu tercermin dari berbagai indikator kesejahteraan. 

Pada tingkat pengangguran terbuka menurun dari 7,07 persen menjadi 6,49 persen, tingkat ketimpangan (rasio gini) menurun dari 0,385 menjadi 0,381

Kemudian angka kemiskinan menurun dari 10,19 persen menjadi 9,71 persen dan Indeks Pembangunan Manusia meningkat dari 71,94 menjadi 72,29.

Capaian itu didorong oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2021 yang masih harus bekerja keras, khususnya dalam menangani gelombang varian Delta Covid-19 yang muncul pada akhir Juni hingga Agustus 2021.

Pada saat terjadi lonjakan kasus yang ekstrem, Pemerintah menerapkan kebijakan PPKM Darurat di sebagian besar wilayah NKRI. Untuk merespons dan mengantisipasi dampak varian Delta tersebut, Pemerintah menaikkan alokasi Program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi 
Nasional (PC-PEN) menjadi Rp 744,8 triliun atau meningkat 7,1 persen dibanding di 2020 Rp 695,2 triliun. 

“Peningkatan alokasi ini merupakan bagian dari respons APBN untuk mengurangi tekanan yang terjadi pada masyarakat dan dunia usaha,” ujarnya. 

Dia mengatakan anggaran kesehatan ditingkatkan untuk menangani dampak pada sektor kesehatan yang cukup berat. Selain itu, belanja perlindungan sosial juga diperluas dan diperpanjang periode penyalurannya untuk menjangkau masyarakat paling rentan agar tetap mampu memenuhi kebutuhan pokoknya.

“Pemerintah juga memberikan stimulus fiskal bagi dunia usaha sekaligus menjaga stabilitas sistem 
keuangan,” kata Sri Mulyani. 

Sumber :Tempo.co

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only