Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggeber persiapan internal jelang serah terima penuh (handover) sistem Coretax pada 15 Desember 2025.
Salah satu langkah kunci adalah pembentukan task force khusus berisi 24 programmer terbaik yang dipilih dari berbagai unit teknis di DJP untuk mengikuti pelatihan intensif sebulan penuh.
Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto menjelaskan bahwa langkah ini penting untuk memastikan DJP benar-benar menguasai source code Coretax yang telah diserahkan vendor dalam dua tahap, yakni pada 14 Juli dan 17 November 2025.
“Kami sedang melakukan boot camp selama satu bulan full 24 programmer kami yang kami pilih yang paling bagus untuk akselerasi menajamkan penguasaan source code yang sudah kami dapatkan,” kata Bimo dalam rapat bersama Komisi XI DPR, Rabu (26/11).
Boot camp ini dilakukan secara intensif agar para programmer mampu melakukan pengembangan, perbaikan, dan inovasi setelah DJP mengambil alih penuh operasi Coretax.
Selama masa retensi saat ini, sistem belum dapat diubah secara langsung, namun DJP sudah menyiapkan berbagaiwork around dan modul pengembangan yang akan langsung di-inject setelah handover.
“Alhamdulilah dari Juli sampai hari ini sudah banyak sekali inovasi-inovasi baru untuk mempermudah pelayanan maupun mempertajam proses bisnis internal kami,” katanya.
Adapun, implementasi Coretax telah berjalan sejak Januari 2025, dengan masa post implementation support yang masih menjadi tanggung jawab penuh vendor hingga 15 Desember 2025.
Setelah tanggal tersebut, seluruh operasional, perbaikan bug, penyempurnaan sistem, hingga pengembangan lanjutan akan dilakukan sepenuhnya oleh DJP. Namun, jika dibutuhkan, DJP tetap dapat meminta dukungan pihak ketiga atau vendor.
Sumber : kontan.co.id

WA only
Leave a Reply