Otoritas Pajak Timor Leste (Timor-Leste Tax Authority/TLA) melakukan studi banding ke Ditjen Pajak (DJP) untuk mempelajari implementasi PPN pada 7-9 Juli 2026.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari persiapan Timor Leste yang berencana menerapkan PPN dalam 1 tahun ke depan. Dirjen Pajak Bimo Wijayanto menyatakan DJP mendukung penuh upaya Timor Leste membangun sistem perpajakan yang lebih kuat melalui reformasi, termasuk rencana penerapan PPN.
“Indonesia ingin melihat saudara kita, Timor Leste, berhasil menerapkan sistem pajak karena keberhasilan Timor Leste juga merupakan keberhasilan Indonesia sebagai tetangga dan saudara kita yang dekat,” katanya, dikutip pada Kamis (16/7/2026).
Direktur Perpajakan Internasional DJP Dwi Astuti mengatakan Indonesia siap mendukung reformasi perpajakan yang tengah dijalankan Timor Leste. Menurutnya, Indonesia dan Timor-Leste tidak hanya memiliki kedekatan geografis, tetapi juga sejarah panjang kerja sama yang erat.
Dalam kunjungan ke DJP, delegasi TLA mempelajari berbagai aspek penerapan PPN di Indonesia, mulai dari desain kebijakan, proses bisnis, hingga pengelolaan kepatuhan wajib pajak.
Dia menyebut pembahasan selama kunjungan juga mencakup arsitektur sistem teknologi informasi, manajemen risiko kepatuhan, penegakan hukum perpajakan, strategi layanan dan edukasi wajib pajak, serta pelibatan para pemangku kepentingan dalam implementasi PPN.
Materi tersebut disampaikan oleh para pejabat dan tenaga ahli dari Direktorat Peraturan Perpajakan I, Direktorat Teknologi Informasi dan Komunikasi, Direktorat Data dan Informasi Perpajakan, Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan, Direktorat Transformasi Proses Bisnis, serta Direktorat Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat.
Selain implementasi PPN, kedua otoritas pajak juga membahas peluang memperkuat kerja sama melalui pertukaran informasi perpajakan. Dwi menilai data menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak sehingga kerja sama pertukaran informasi perlu terus dikembangkan.
“Kami juga mendorong pertukaran data untuk melanjutkan kerja sama antara Indonesia dan Timor Leste. Mungkin nanti kita akan mengadakan pertemuan bilateral. Kita akan membahas hal-hal teknis mengenai bagaimana kita melanjutkan kerja sama dalam pertukaran informasi karena data merupakan aspek yang sangat penting bagi setiap lembaga administrasi,” ujar Dwi.
Delegasi Timor Leste dipimpin oleh Komisaris TLA Nicodemos dos Reis Pereira dan Dirjen Pusat Pengembangan Kapasitas dan Manajemen Keuangan Publik Martinho Lopes. Turut hadir pula 17 pejabat senior dari TLA, Otoritas Bea Cukai Timor Leste, Kementerian Keuangan Timor Leste, serta Partnership for Inclusive Prosperity (PROSIVU).
Nicodemos berharap DJP dapat terus mendukung Timor Leste melalui berbagi pengalaman dan pengetahuan teknis guna menyukseskan implementasi sistem perpajakan yang tengah dipersiapkan.
“Kami berharap dapat menyambut Anda di Timor Leste dan melanjutkan kemitraan yang berharga ini pada tahun-tahun yang akan datang,” ucapnya.
Sumber : news.ddtc.co.id

WA only
Leave a Reply