Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut penerimaan pajak sampai 31 Juli 2026 tumbuh sekitar 23% secara tahunan atau year on year (YoY). Meski positif, pertumbuhannya lebih rendah dibandingkan dengan yang tercatat hingga Juni 2026.
Data ini didapatkan Purbaya sekitar akhir pekan lalu berdasarkan laporan dari Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Bimo Wijayanto.
“Pak Bimo lapor, dia bawa angka akhir minggu lalu kira-kira. Jadi masih relatif aman, 23% lebih masih pertumbuhannya,” terang Purbaya saat dimintai konfirmasi di kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Adapun penerimaan pajak sampai dengan Juli 2025 lalu mencapai Rp990,01 triliun. Dengan demikian, berdasarkan simulasi perhitungan yang dilakukan, estimasi penerimaan pajak sampai dengan Juli 2026 lalu dengan pertumbuhan sekitar 23% mencapai Rp1.217,7 triliun.
Dengan begitu pula, penerimaan pajak sampai Juli diestimasi sudah melampaui 51% dari target Rp2.357,7 triliun.
Dengan demikian, penerimaan pajak yang masuk ke kas negara sepanjang Juli 2026 diestimasi sebesar Rp182 triliun. Nilai ini diperoleh dari mengurangi estimasi penerimaan pajak sampai Juli 2026 dan realisasi sampai dengan Juni 2026 Rp1.035,7 triliun.
Penerimaan pajak sepanjang Juli ini lebih rendah dari yang diperoleh sepanjang Juni 2026 yakni Rp201,3 triliun. Pertumbuhannya juga lebih rendah dari Juni 2026 yang tercatat sebesar 24,6% (YoY).
Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung juga menyampaikan bahwa kinerja APBN tetap on track di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dia turut memastikan defisit akan bisa terkendali pada batas aman.
Di tengah pertumbuhan positif kinerja penerimaan, belanja APBN juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi selama paruh pertama 2026.
“Kami di Kementerian Keuangan bekerja keras untuk menjaga kesehatan APBN sebagai instrumen utama pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat, sekaligus menjaga kehati-hatian dalam mengelola posisi fiskal di bawah 3%,” terangnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (10/8/2026).
Sumber : ekonomi.bisnis.com

WA only
Leave a Reply