Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penerimaan pajak hingga akhir September 2026 baru mencapai Rp 1.607,6 triliun.
Realisasi tersebut baru mencapai 68,2% dari target penerimaan pajak yang ditetapkan dalam APBN 2026.
Meski masih jauh dari target, kinerja penerimaan pajak hingga September 2026 menunjukkan pertumbuhan yang cukup tinggi secara tahunan.
Penerimaan pajak tercatat tumbuh 24,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 1.295,3 triliun.
Dengan target penerimaan pajak APBN 2026 sebesar sekitar Rp 2.357,7 triliun, pemerintah masih perlu mengumpulkan sekitar Rp 750,1 triliun dalam tiga bulan terakhir tahun ini.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan bahwa meski pemerintah melakukan manajemen restitusi, ia memastikan hak wajib pajak dalam memperoleh restitusi pajak tetap terjaga.
Meski penerimaan masih jauh dari target, Suahasil telah menginstruksikan kepada Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto untuk segera mempercepat proses pencairan restitusi pajak kepada industri padat karya hingga UMKM.
“Saya telah memberikan instruksi pada Dirjen Pajak bahwa restitusi sebagai hak wajib pajak untuk industri-industri yang memerlukan cashflow, industri padat karya, UMKM itu diberikan secepat mungkin diproses hak para wajib pajak ini,” ujar Suahasil dalam Konferensi Pers di Jakarta, Jumat (9/10).
Suahasil juga memerinci realisasi pajak berdasarkan jenisnya. Tercatat penerimaan pajak penghasilan (PPh) non migas telah mencapai Rp 809,3 triliun atau setara 70,1% target.
Jenis pajak ini mengalami pertumbuhan 17,6% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Sementara itu, penerimaan pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan barang mewah (PPN dan PPnBM) tercatat Rp 683,3 triliun atau tumbuh 38,6% secara tahun. Sayangnya, realisasinya baru mencapai 68,6% dari target APBN.
Kemudian, PPh Migas tercatat Rp 43,6 triliun atau tumbuh 128,2% secara tahunan. Realisasinya baru mencapai 79,0% target APBN.
Di sisi lain, PBB dan pajak lainnya mengalami penurunan 24,8% dengan realisasi penerimaan mencapai Rp 71,4 triliun atau setara 48,6% target.
Sumber : nasional.kontan.co.id

WA only
Leave a Reply