Airlangga Siapkan Insentif Pajak dan Outsourcing Industri Tekstil

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengungkapkan, pemerintah tengah mengkaji pemberian insentif bagi industri tekstil, khususnya terkait kegiatan outsourcing dan proses restitusi pajak pertambahan nilai (PPN).

Insentif tersebut disiapkan untuk mendorong industri tekstil dan produk tekstil (TPT) kembali bergeliat. Industri TPT merupakan salah satu sektor padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja.

Menko Perekonomian Airlangga menjelaskan, industri tekstil berorientasi ekspor memiliki siklus pesanan yang berbeda-beda atau bersifat musiman. Perubahan volume pesanan membuat perusahaan terkadang perlu menggunakan skema outsourcing dalam proses produksi.

Atas kondisi tersebut, pemerintah membahas kemungkinan pemberian fasilitas PPN untuk kegiatan outsourcing di industri tekstil. Salah satu fasilitas yang tengah dikaji berupa pembebasan atau keringanan PPN.

“Industri tekstil kan mempunyai siklus yang tidak sama. Karena mereka kalau yang orientasi ekspor itu ada pesanan winter, summer, autumn,” ungkap Airlangga dalam Antara Business Forum di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Selain fasilitas PPN untuk outsourcing, pemerintah membahas percepatan proses restitusi pajak bagi industri tekstil berorientasi ekspor.

Meski demikian, skema dan mekanisme insentif tersebut belum final. Airlangga mengatakan pembahasan masih berlangsung dan akan dikaji lebih lanjut dalam waktu dekat untuk memberikan kemudahan kepada sejumlah industri sesuai arahan Presiden.

Sebelumnya, Airlangga menyebut industri TPT sebagai salah satu sektor strategis nasional. Dengan struktur industri yang mencakup sektor hulu, antara, hingga hilir, penguatan industri TPT dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan industri nasional.

“Tekstil Produk Tekstil ini, khususnya di tekstil itu terdiri dari hulu, antara, dan hilir. Sumbangan terhadap PDB itu sekitar mendekati 1%, 0,97%,” ujar Airlangga dalam keterangan pers seusai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Airlangga menjelaskan, industri TPT masih menunjukkan kinerja positif dan memiliki ruang untuk terus dikembangkan. Hal tersebut tercermin dari tingkat utilisasi pabrik tekstil yang berada di kisaran 75%, sehingga masih terdapat ruang bagi industri untuk melakukan ekspansi.

Menurut Airlangga, penguatan daya saing industri TPT perlu dilakukan secara menyeluruh dari sektor hulu hingga hilir. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah harmonisasi tarif karena struktur industri TPT memiliki keterkaitan antarsektor dan membutuhkan dukungan kebijakan yang selaras.

Sumber : beritasatu.com
 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp WA only