Pemerintah tengah meramu sejumlah kebijakan insentif pajak yang rencananya disalurkan pada 2027. Sejumlah kementerian/lembaga teknis ikut membahas bersama dengan Kementerian Keuangan untuk menghitung berapa penerimaan yang tak akan dipungut.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memaparkan bahwa salah satu insentif yang disiapkan adalah perluasan sektor pengurangan Pajak Penghasilan (PPh) 21 untuk karyawan berpenghasilan di bawah Rp10 juta.
‘Diskon’ PPh karyawan ini awalnya telah diberikan tahun ini untuk karyawan pada sektor padat karya dan pariwisata. Kini, insentif ini akan diperluas ke seluruh sektor usaha.
“Seluruh sektor ini artinya lebih banyak yang bisa memanfaatkan pengurangan PPh 21 ini. Jadi, tentu nanti penghitungannya dalam proses dengan Kementerian Keuangan. Pemerintah memahami bahwa saat ini perekonomian juga perlu dukungan, bukan hanya pada pekerja yang ada di sektor padat karya dan pariwisata, tetapi juga di sektor-sektor yang lain,” terang Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto kepada Bisnis saat dihubungi, Kamis (8/10/2026).
Haryo menyebut pihaknya saat ini masih fokus untuk mengupayakan agar target penerimaan 7,5 juta karyawan menyentuh seluruh sektor usaha. Namun, dia tidak menampik peluang pemerintah untuk menyusun skala prioritas atas sektor mana saja yang diutamakan.
Selain diskon PPh 21, dia juga menyebut pemerintah tengah membahas perpanjangan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sampai 2027. Artinya, pemerintah akan menanggung PPN atas pembelian rumah seharga Rp2 miliar, serta pembelian dari Rp5 miliar dipotong Rp2 miliar untuk fasilitas tersebut.
Terakhir, pemerintah juga tengah mengkaji standar PPN baru untuk logam mulai kadar 99,9% guna mempermudah pemanfaatan fasilitas fiskal.
Haryo menyebut insentif ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat, memperluas kesempatan kerja dan mendukung keberlanjutan ekonomi. Apalagi, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 6%.
Meski demikian, ungkapnya, mesin lain pertumbuhan ekonomi yang juga harus dipacu adalah investasi dan ekspor. Oleh sebab itu, dia juga juga menyebut pihaknya tengah mempersiapkan berbagai hal untuk memacu kedua mesin ekonomi tersebut.
“Seperti contohnya, ICOR [Incremental Capital Output Ratio] nasional itu harus turun, kemudian biaya logistik juga harus diturunkan, terus juga penyelesaian perizinan,” tuturnya.
Sumber : bisnis.com

WA only
Leave a Reply