Ekonomi Loyo, China Lanjutkan Diskon Pajak

Ekonomi Loyo, China Lanjutkan Diskon Pajak

China menyiapkan sejumlah kebijakan pemotongan pajak di tahun depan

BEIJING. Pemerintah China melanjutkan kebijakan pelonggaran fiskal. Tahun depan, pemotongan nilai pajak China ditaksir akan mencapai lebih dari 1% dari total pendapatan domestik bruto (PDB) negeri tersebut. Sebagai catatan, total PDB Negeri Panda sendiri mencapai 82,7 triliun yuan atau setara US$ 11,93 triliun di tahun 2017. Artinya nilai pemotongan pajak yang bisa dilakukan mencapai 827 miliar yuan.

Reuters melaporkan, Beijing telah menjanjikan kebijakan fiskal yang lebih proaktif untuk menopang negara
dengan perekonomian terbesar kedua di dunia ini. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi China menunjukan perlambatan paling parah sejak krisis keuangan global. Langkah ini diambil sebagai kampanye untuk mengatasi risiko utang dan perang dagang dengan Amerika Serikat.

Kebijakan pengurangan pajak sendiri sudah diambil China sejak tahun ini. Penasihat bank sentral China atau PBOC, Ma Jun memprediksi pengurangan pajak tahun 2018 mencapai 1,3 triliun yuan.

Ma Jun juga mengatakan pemotongan di tahun depan kemungkinan akan lebih besar daripada tingkat pengurangan pajak yang diambil pemerintah Amerika Serikat (AS). Pada bulan Desember 2017, Presiden AS Donald Trump memotong tarif pajak korporasi dan memberikan keringanan pajak sementara kepada warga kelas menengah AS.

Pada akhir pekan lalu, Beijing mempublikasikan rancangan aturan baru untuk pengurangan pajak sebagai bagian dari perubahan undang-undang pajak penghasilan untuk kalangan individu. Draft tersebut memasukan pengurangan pajak sebesar 1.000 yuan per bulan untuk setiap pembayaran bunga pada hipotek residensial. Lalu, pengurangan antara 800 yuan hingga 1.200 yuan per bulan untuk pembayaran sewa.

Dorong ekonomi domestik

Tak hanya sampai situ, rancangan tersebut juga mengusulkan pengurangan hingga 12.000 yuan per tahun untuk pendidikan anak- anak, dan 60.000 yuan per tahun untuk biaya pengobatan.

“Dengan sentimen yang minim di tengah meningkatnya ketegangan China-AS soal perdagangan dan perlambatan ekonomi, dorongan terhadap sentimen semacam ini adalah hal yang positif,” tulis riset ekonom Goldman Sachs yang dirilis Senin (22/10).

Dalam analisisnya, Nomura Holding juga mencatat kalau rencana pengurangan tarif pajak akan mendorong pendapatan China hingga 116 miliar yuan. Angka konsumsi nasional juga bisa terdorong sebesar 81 miliar yuan. Ini setara dengan pertumbuhan tingkat konsumsi setinggi 0,22% dan pertumbuhan GDP sebesar 0,08% di tahun depan.

Di sisi lain, Ma Jun juga berusaha mengatasi kekhawatiran tentang keengganan bank untuk memberi pinjaman kepada perusahaan swasta. Regulator disebutnya akan mendorong perbankan untuk tidak diskriminatif dan bahkan menyediakan dana jaminan untuk mendukung ekspansi pihak swasta.

Sumber: Harian KONTAN

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp WA only