Penerimaan Negara Diklaim Lampaui Target, Didominasi PPh Non-Migas

Bea Cukai Berantas Rokok Ilegal sampai Sabu Jelang Natal
December 17, 2018
Neraca Dagang Kumulatif 2018 Defisit US$7,52 Miliar, Minyak Jadi Pemicu
December 17, 2018

Pada Rabu, 5 Desember 2018 lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meyakini penerimaan negara akan melampaui target APBN 2018, yaitu sekitar Rp1.936 triliun berbanding Rp1.894 triliun. Bahkan capaian ini diklaim sebagai pertama kalinya, penerimaan negara melebihi target APBN.

Dimana penerimaan negara tersebut diperoleh dari Hibah sebesar Rp10,6 triliun, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang hingga November 2018 mencapai Rp342,5 triliun dari target sebesar Rp275,4 triliun serta Perpajakan sebesar Rp1.301,4 triliun dari target di APBN senilai Rp1.424 triliun. Lalu bagaimana dengan kontribusi dari total penerimaan pajak sendiri terhadap penerimaan negara?

Menurut Peneliti Fiskal Partner DDTC Bawono Kristiaji, penerimaan pajak paling besar di tahun ini adalah Pajak Penghasilan (PPh) Non-Migas dimana mencapai Rp 591,6 triliun atau 72,4 persen dari target Rp817 triliun.

“Sebenarnya yang tahun ini bagus kan PPh Non-migas. Karena gini, PPh Non-Migas juga kontribusinya terhadap total penerimaan pajak kan cukup besar jadi akhirnya ketika ini kontribusinya bagus ya ini bakal mengerek penerimaan lebih bagus juga,” ujarnya kepada AKURAT.CO di Jakarta, Kamis (13/12).

Secara rinci, Kristiaji menjelaskan penerimaan pajak dari PPh Non-Migas yang paling besar ini terdiri dari PPh 21, PPh Impor, PPh 26 dan lain-lain. Sementara, kata Kristiaji, kepatuhan pajak juga terus membaik serta faktor kondisi ekonomi makro yang baik juga turut mendorong tingginya penerimaan PPh Non-Migas.

Disisi lain, fluktuasi pelemahan nilai tukar rupiah juga memberi dampak plus minus terhadap penerimaan PPh Non-Migas. Khususnya pada bisnis, dimana negatifnya, akibat pelemahan rupiah maka ekspansi usaha mengalami penurunan yang akhirnya juga menurunkan penerimaan pajak.

Sedangkan positifnya, dengan pelemahan rupiah maka ekspor mampu meningkat. “Kalau ekspor meningkat bisa aja pundi-pundinya semakin bagus. Jadi selalu ada plus minusnya,” tutupnya.

Sumber: akurat.co

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only