Jurus Pemerintah Perbaiki Neraca Dagang yang Tekor

Bayar Pajak Kendaraan, Pemprov Siapkan Samsat Dermaga Eksekutif Bakauheni
December 21, 2018
Pemerintah Siapkan Insentif untuk Komoditas Ekspor Unggulan
December 21, 2018

Jakarta – Neraca perdagangan Indonesia per November mengalami defisit sebesar US$ 2,04 miliar, jika dihitung secara kumulatif Januari-November maka defisitnya menjadi US$ 7,52 miliar.

Pemerintah pun langsung mengambil beberapa langkah untuk menambal defisit yang sudah terjadi. Seperti Kementerian Perdagangan yang akan mengebut beberapa perjanjian perdagangan skala internasional.

“Kita akan speed up (mempercepat) berbagai perjanjian yang lain yang on the pipeline (dalam rencana),” kata Enggar di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (20/12/2018).

Belum adanya perjanjian, kata Enggar membuat produk ekspor Indonesia dikenakan bea masuk yang tinggi. Sehingga kinerjanya pun bisa terdampak.

Enggar menyebut, perjanjian yang dikebut penyelesaiannya adalah dengan Australia, Mozambique, Tunisia, Maroko, Uni Eropa, serta Regional Comprehenship Economic Partnership (RCEP) yang melibat 10 negara ASEAN dan 6 negara lainnya.

“Kita sebagai country coordinator menjembatani perbedaan-perbedaan di antara 16 negara itu kan tidak mudah, apalagi mereka yang belum ada FTA. Tetapi tahun depan kita upayakan selesai,” ungkap dia.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan upaya mendorong ekspor harus ada insentif yang bisa menciptakan permintaan/demand pasar. Salah satunya adalah penghapusan PPnBM.

“Salah satu ekspor itu misalnya kalau di otomotif itu menciptakan demand. Karena otomotif kan punya kapasitas, untuk membuat demand ya masalah PPnBM itu mesti diselesaikan,” ujar Airlanggga.

Selain itu, Airlangga juga akan mendorong industri menengah yang masih memiliki potensi ekspor, seperti sektor daur ulang plastik. Menurut dia, hal itu demi memperbaiki neraca dagang yang tekor.

“Beberapa yang mesti kita dorong itu industri menengah yang berorientasi ekspor. Misalnya, daur ulang plastik, itu kan orientasi ekspor dan butuh material daur ulang nah itu perlu kita dorong, karena itu quick win, cepat,” ujar dia. (hek/dna)

SUMBER DETIK

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only