Fakta Menarik dari APBN 2019, Ekonomi 5,3% Bisa Tercapai?

Penyederhanaan Cukai Rokok Diklaim Kurangi Penghindaran Pajak
August 29, 2018
RUU Ekonomi Kreatif Ditargetkan Rampung 2019
August 29, 2018

JAKARTA. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melaksanakan Rapat Paripurna dengan Menteri Keuangan mengenai Rancangan Undang-Undang APBN 2019. Dalam rapat tersebut, 10 fraksi yang terdiri atas Fraksi Golkar, PAN, PKS, PDIP, Hanura, Nasdem, PPP, PKB, Gerindra, Demokrat telah menyampaikan seluruh pandangannya dan menyetujui RUU APBN 2019.

Berikut fakta-fakta terkait disahkannya APBN 2019:

1. Pertumbuhan Ekonomi Diperkirakan Mencapai 5,3%

Selanjutnya, pemerintah akan memberikan tanggapan yang dijadwalkan pada Rapat Paripurna 4 September 2018. Adapun asumsi dasar ekonomi makro yang digunakan sebagai acuan di dalam RAPBN 2019 sebagai berikut. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 5,3%.

2. Inflasi Terkendali dalam Kisaran 3,5% 

Inflasi masih dapat terkendali dalam kisaran 3,5%. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan berada pada Rp14.400 per dolar Amerika Serikat. Tingkat suku bunga SPN 3 bulan sebesar 5,3%. Sementara itu, harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) diperkirakan rata-rata mencapai USD70 per barel.

3. Lifting Minyak Bumi dan Gas Bumi Tahun 2019

Lifting minyak bumi pada tahun 2019 diperkirakan mencapai rata-rata 750.000 barel per hari, sementara lifting gas bumi diperkirakan rata-rata 1,25 juta barel setara minyak per hari.

4. APBN 2019 Pemerintah Tetap Melihat Sumber-Sumber Pertumbuhan Ekonomi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dalam APBN 2019 pemerintah tetap melihat sumber-sumber pertumbuhan ekonomi yang memungkinkan untuk dicapai, baik dari sisi konsumsi, investasi, ekspor, maupun pertumbuhan yang berasal dari pengeluaran pemerintah.

“Jadi, angka yang ada menunjukkan suatu tingkat realistis dan diharapkan akan menimbulkan kredibilitas dari angka-angka dalam APBN 2019,” ujarnya, di Jakarta, kemarin.

Sri Mulyani menegaskan, pemerintah berusaha menggunakan instrumen-instrumen kebijakan agar pertumbuhan ekonomi bisa ditingkatkan, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi kemiskinan.

5. Meningkatkan Kewaspadaan Terhadap Ekonomi Global

“Semua fraksi menginginkan agar pemerintah bisa mengurangi kemiskinan dan itu kita lakukan. Demikian juga memperbaiki kinerja ekonomi, meningkatkan kewaspadaan terhadap ekonomi global, dan itu semua kita lakukan,” tandasnya. Sri Mulyani menuturkan, pemerintah juga terus berkoordinasi dengan pelaku usaha di dalam negeri dalam menghadapi ketidakpastian global.

“Pemahaman dan dukungan antara pemerintah dan pelaku ekonomi memang harus dijaga terus karena ini merupakan suatu aset dalam menjaga perekonomian secara bersama-sama,” tuturnya.

Sumber : okezone.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only