Target Pajak Naik, Sri Mulyani: Bukan untuk Bebani Pengusaha

Ini Kriteria Wajib Pajak yang Jadi Sasaran Pemeriksaan Petugas
September 19, 2018
Sri Mulyani Ibaratkan APBN Sehat sebagai Rumah Kokoh
September 19, 2018

JAKARTA – Pajak menjadi sumber terbesar dari penerimaan negara. Maka tiap tahunnya penerimaan pajak diusahakan terus meningkat, seiring meningkatnya belanja negara.

Pada tahun 2017 target penerimaan pajak sebesar Rp1.283,6 triliun. Meningkat di tahun ini dengan target Rp1.424 triliun, sedangkan target di 2019 sebesar Rp1.572,4 triliun.

Meski terus mengalami peningkatan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, tak berarti pemerintah bermaksud ingin membebani pengusaha.

“Kami tidak bermaksud membuat ekonomi mengkerut dengan memajaki secara membabi buta,” ujarnya kepada ratusan pengusaha dalam seminar nasional di Hotel Kempinski, Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Menurutnya, pemerintah juga berupaya untuk menciptakan perpajakan yang adil, transparan dan akuntabel. Hal ini dilakukan dengan transformasi dalam dalam sistem perpajakan Indonesia.

“Walaupun kami mengumpulkan penerimaan banyak, belanja per September 2018 kita juga cukup baik akselerasinya 8,8% dibanding tahun lalu 5,6%, kenaikan yang cukup tinggi,” katanya.

Hingga September 2018 perpajakan tumbuh 16,5 persen, lebih tinggi dari tahun 2017 yang hanya tumbuh 9,5%. “Ini pertumbuhan perpajakan yang sangat tinggi,” imbuhnya.

Meski secara persentase mengalami pertumbuhan, namun Sri Mulyani menyebut, di tahun 2017 penerimaan perpajakan hanya sebesar 12% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pada tahun ini diperkirakan akan berada 11% dari PDB.

“Memang penerimaan perpajakan di Indonesia itu dianggap masih kecil dibandingkan kue keekonomian kita. Padahal negara-negara tetangga kita sudah 16% dari PDB,” jelasnya.

Bendahara Negara tersebut menekankan, hal itu bukan berarti dirinya ingin mengincar penerimaan pajak yang lebih tinggi hingga menyamai negara-negara tetangga.

“Maka kami harap dengan pajak bisa memberi manfaat ke perekonomian yang lebih besar. Jangan sampai kami kumpulkan setiap Rp1 tapi dibelanjakan tidak memberi nilai tambah ekonomi yang lebih besar,” ungkapnya.

Sumber: economy.okezone.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only