Mobil Mewah Sengaja Dimatikan

Soal Tarif Pajak Impor Naik, Rizal Ramli: Kebijakan Ecek-ecek
September 27, 2018
Sri Mulyani Pertimbangkan Pangkas Pajak Uang Manfaat Pensiun
September 27, 2018


VIVA – Pemerintah mengeluarkan jurus baru mengatasi permasalahan rupiah yang melemah terhadap dolar AS. Salah satunya menghentikan impor mobil mewah dan motor gede yang didatangkan secara utuh (CBU) dari luar negeri.

Keduanya tercatat masuk dalam 1.147 barang konsumsi dari luar negeri, yang diberi ‘tanda merah’. Mobil dan motor yang dimaksud adalah kendaraan roda empat bermesin di atas 3.000 cc dan kendaraan roda dua bermesin di atas 500 cc.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, kebijakan pengendalian impor ini bertujuan untuk menjaga pertumbuhan industri dalam negeri, termasuk peningkatan penggunaan produk lokal dan perbaikan neraca perdagangan.

“Untuk kategorinya dari sisi harga sudah tinggi dan kita sudah punya kriteria sesuai PPnBM. Misalnya kategori supercar. Kan tidak ada supercar yang tidak mewah,” ujar Airlangga di Jakarta.

Tak cuma itu saja, pemerintah juga melancarkan ‘jurus’ penyamarataan bea masuk sebesar 50 persen. Padahal sebelumnya dipatok antara 10 sampai 50 persen. Selain tarif pajak yang disebutkan tersebut, pemerintah di antaranya turut menaikkan Pajak Penjualan atas Barang Mewah.

Dengan begitu, akan ada biaya fantastis apabila masih tetap ada yang menginginkan menjual mobil atau motor mewah di Tanah Air. Terkait hingga kapan larangan impor mobil mewah tersebut berlaku. Ketua Umum Partai Golkar tersebut mengatakan, sampai barang itu tidak menjadi mewah lagi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, menaikkan pajak impor mobil mewah adalah kebijakan yang pas. Kenaikan dilakukan untuk menekan defisit neraca perdagangan yang dianggap jadi salah satu penyebab melemahnya nilai tukar rupiah.

Dalam kondisi ekonomi global saat ini, mobil mewah dianggap jadi barang yang tak penting. Karena itulah pajaknya kemudian dinaikkan.

“Barang mewah enggak penting untuk republik ini. Impor kita US$87,88 miliar. Bea masuk 50 persen, PPN tetap 10 persen, PPh 22 dari 2,5-7,5 persen naik jadi 10 persen. Sedangkan PPnBm 10-125 persen,” kata Sri Mulyani.

Importir Pasrah

Aturan ini tentu saja berimbas pada keberadaan importir mobil mewah, salah satunya  Prestige Image Motorcars. Apalagi semua mobil yang dijual rata-rata 3.000cc ke atas.

Sumber: Viva



Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only