Rizal Ramli Prediksi Ekonomi RI Hanya Tumbuh 5 Persen

Pesan Rizal Ramli ke Pemerintah: Benahi Ekspor-Impor
September 27, 2018
Pemotongan PPh bunga obligasi juga untuk obligasi swasta
September 27, 2018

Jakarta – Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Rizal Ramli, mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak akan lebih dari kisaran 5 persen. Hal ini karena kebijakan ekonomi pemerintah yang dalam pandangannya, salah arah.

“Mari kita flashback, kok bisa kita (Indonesia) ada di titik bawah ini. Penjelasannya sederhana, cara ambil kebijakan ekonominya salah, malah lakukan pengetatan saat ekonomi dunia alami perlambatan. Jangan aneh jika ekonominya nyungsep paling muter di sekitar 5 persen saja,” kata Rizal dalam sebuah diskusi di Hotel Ibis Harmoni, Jakarta, Rabu (26/9/2018).

Dia menuturkan, kinerja ekonomi Indonesia saat ini yang bertumpu pada pengumpulan pajak, dan pemotongan anggaran atau yang lebih dikenal dengan istilah ‘Austerity’ tidak akan memompa ekonomi, tapi justru membuat ekonomi melambat.

“Kalau sangat super konservatif yaitu saat ekonomi sedang perlambatan, potong anggaran, pengetatan. Austerity program gagal di seluruh dunia,” kata Rizal.

Menurut dia, salah satu negara yang pernah menelan pil pahit austerity, adalah Yunani. Yunani sudah coba menerapkan kebijakan ini sebanyak tiga kali dan berakhir gagal. 

“Yunani gagal 3 kali masyarakat ekonomi makin miskin. Harga saham perusahaan jatuh barulah datang pengusaha dari China yang beli aset-aset harga murah,” kata dia.

“Jadi tidak aneh yang terjadi hari ini. Kalau obatnya pengetatan, uber pajak, potong anggaran pasti begini. Banyak di Indonesia orang tidak ngerti. Bisa kok membaik, apanya yang bisa membaik. Obat udah dites puluhan kali di Asia Afrika,” ujar dia.

Oleh karena itu, kebijakan menjadi tidak populer, terutama di negara-negara maju. “Negara maju tidak mau pakai ini. Negara maju kalau ekonomi melambat dia pompa stimulus dengan tingkat bunga yang murah,” kata dia.

“Jepang juga demikian. Trade war barang-barang dia bermasalah. Maka dia injeksikan uang ke sistem perbankan besar sekali, sehingga mata uangnya jatuh menciptakan stimulus baru,” tambah dia.

Sumber: liputan6.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only