BI: Arus Modal Sudah Masuk ke RI

Kadin desak penghapusan aturan pajak yang hambat ekspor
September 28, 2018
Resmi Kuasai Freeport, Sri Mulyani Amankan Penerimaan Negara
September 28, 2018

Jakarta,  Bank Indonesia (BI) menilai arus modal yang masuk ke Indonesia beberapa waktu terakhir merupakan bentuk apresiasi pasar. Indonesia dinilai berbeda dengan negara-negara lain karena responsif dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Demikian dikemukakan Perry Warjiyo, Gubernur BI, dalam konferensi pers usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) di kantor BI, Jakarta, Kamis (17/9/2018). Menurutnya, terlihat arus modal mulai masuk ke pasar keuangan negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Kelihatan dalam beberaa minggu terakhir aliran odal asing dari global ke emerging markets itu berlangsung, termasuk ke Indonesia. Seperti tingginya minat pembelian di lelang SBN (Surat Berharga Negara),” tuturnya.

Pada 25 September, pemerintah melelang enam seri SBN dengan total penawaran yang masuk mencapai Rp 51,53 triliun. Dari jumlah tersebut, pemerintah menyerap Rp 20 triliun. Angka itu jauh di atas rata-rata penawaran dalam lelang SBN sejak awal 2018 yaitu Rp 40,73 triliun, dan juga rata-rata jumlah yang dimenangkan yaitu Rp 16,52 triliun.

Tingginya minat investor, lanjut Perry, merupakan wujud apresiasi pasar terhadap Indonesia. Dia menilai pelaku pasar bisa membedakan Indonesia dengan negara-negara berkembang lainnya.

“Kita melihat bahwa investor global sudah melaukan pembedaan negara-negara yang melakukan kebijakan responsif dan antisipatif. Indonesia dibedakan negara-negara emerging market lain,” katanya.

Bentuk kebijakan responsif dan antisipatif itu, tambah Perry, ditunjukkan dengan fokus kebijakan pemerintah dan BI untuk menekan defisit transaksi berjalan (current account). Pemerintah sudah memperkenalkan kebijakan pencampuran minyak sawit sebesar 20% untuk bahan bakar diesel/solar, dan kenaikan Pajak Penghasilan (PPh) pasal 22 untuk lebih dari 1.000 produk impor.

“Ini diharapkan mendukung aliran modal asing masuk, dan mendukung stabilitas nilia tukar rupiah maupun kondisi stabilitas makro dan sistem keuangan secara keseluruhan,” sebutnya.

Sumber: cnbcindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only