Chairul Tanjung: Pengusaha dan petugas pajak harus berkolaborasi

BI: Kebijakan Menekan Defisit Transaksi Berjalan Menuai Hasil di 2019
September 28, 2018
Insentif Pajak Industri Akan Diperluas
September 28, 2018

Pengusaha Chairul Tanjung memaparkan materi saat menjadi pembicara pada Asean Public Relations Conference 2017 di Seminyak, Badung, Bali, Jumat (22/9). Konferensi kehumasan pertama yang digelar dengan skala global di Asia untuk merayakan HUT ke-50 ASEAN tersebut membahas bagaimana Public Relations dan Komunikasi dapat berperan untuk membantu ASEAN mendapatkan pengakuan diantara komunitas global. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/ama/17

JAKARTA. Pemimpin CT Corp Chairul Tanjung mengatakan, ada tiga hal yang perlu diwaspadai Indonesia dalam waktu dekat. Pengusaha maupun wajib pajak harus berkolaborasi dalam menghadapi kondisi ini.

Tiga kondisi yang perlu diwaspadai yang dimaksud Chairul, yaitu pertama Amerika Serikat (AS) tengah dalam melakukan normalisasi kebijakan, utamanya kebijakan moneter bank sentralnya. Hal ini membuat nilai tukar rupiah mengalami tekanan.

Ditambah lagi, kondisi neraca transaksi berjalan Indonesia mengalami defisit. Hal itu juga membuat rupiah kian tertekan.

Kedua, perang dagang antara AS-China yang diperkirakan berlangsung lama. “Dan tentu akan berpengaruh ke ekonomi Indonesia,” kata dia saat acara Tax Gathering di Hotel Kartika Chandra, Kamis (27/9).

Ketiga, Indonesia juga tengah memasuki tahun politik. Bahkan, kampanye telah dimulai sejak pekan ini. Sementara pelantikan Presiden-Wakil Presiden baru akan dilakukan di Oktober tahun depan. Fluktuasi politik yang terjadi lanjut dia, membuat pengusaha tidak menyenangkan.

Makanya, ia meminta pengusaha harus lebih kreatif dan inovatif lagi untuk mengadapi era yang mudah ke depan. “Dalam keadaan seperti ini, kolaborasi antara dunia usaha dan teman-teman perpajakan menjadi kata kunci,” tambahnya.

Kolaborasi yang dimaksud, yakni saling terbuka, saling membantu, saling mendukung, dan tidak mencela masing-masing. “Jangan karena target, (petugas pajak) injak kaki. Dan Pengusaha kalau untung juga harus bagi-bagi dong. Tapi jangan juga karena tidak, kemudian diinjak terus,” tambahnya.

Sumber : kontan.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only