Sri Mulyani Akui Pengendalian Impor Belum Memuaskan

Pegawai Pajak Terlibat Suap Lagi
October 5, 2018
Target Pajak PBB APBD-P Naik Rp 3 Miliar
October 5, 2018

Jakarta, CNN Indonesia — Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui sejumlah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk menekan impor belum efektif sesuai yang diharapkan. Berdasarkan laporan yang ia terima, impor sampai dengan akhir bulan lalu masih tinggi.

Ia mengatakan salah satu kebijakan yang belum efektif, memberlakukan mandatori pencampuran biodiesel sebanyak 20 persen pada BBM (B20) guna menekan impor minyak. Kebijakan tersebut belum efektif menekan impor minyak.

Laporan yang ia terima, impor minyak dan gas sampai dengan akhir bulan kemarin masih tinggi. “Kami berharap, B20 yang dilakukan kemarin bisa menekan impor minyak. Tapi kami lihat sampai September malah masih ada kenaikan impor,” katanya di Komplek Istana Negara, Kamis (4/10).

Ani mengatakan kebijakan impor yang dirasa membuahkan hasil hanya pengendalian impor barang konsumsi. Pengendalian yang dilakukan dengan meningkatkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 terhadap 1.147 barang tersebut telah berhasil menekan impor.

Pemerintah beberapa waktu lalu memberlakukan dua kebijakan demi menekan impor dan defisit neraca transaksi berjalan yang kuartal II 2018 melebar jadi 3 persen dari PDB.

Kebijakan pertama, mandatori pencampuran biodiesel sebanyak 20 persen. Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu mengatakan kebijakan tersebut akan menekan nilai impor minyak sampai dengan US$21 juta atau Rp300 miliar per hari.

Kedua, menaikkan tarif PPh impor.  Ani mengatakan sudah menjalankan kapasitasnya sebagai menteri keuangan untuk memperbaiki neraca pembayaran dari sisi fiskal.

Namun menurutnya, perbaikan defisit neraca pembayaran dari sisi fiskal tidak cukup. Perbaikan juga perlu dilakukan dari sisi moneter.

Ani yakin Bank Indonesia punya instrumen moneter  kuat guna membendung pelemahan rupiah. 

“Bank Indonesia sebagai otoritas moneter sudah melakukan bauran kebijakan, apakah berhubungan dengan suku bunga, apakah dengan makroprudensial, dan policy mereka mengenai intervensi untuk menciptakan suatu perubahan yang bisa diserap dan disesuaikan oleh perekonomian,” papar dia.

Sumber cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only