Perlu Pengembangan BUMD untuk Tingkatkan PAD Non Pajak

Rupiah dan minyak picu kenaikan penerimaan negara bukan pajak
October 9, 2018
Jual Produk Lokal, Matahari Tak Terpengaruh Pelemahan Rupiah
October 9, 2018
SEMARANG. Berdasarkan data, Pendapatan Asli Daerah di Jateng secara keseluruhan di 2016 ada Rp 10,9 triliun. Kemudian di 2017 meningkat jadi Rp 12,9 triliun. Menurut Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Semarang, Hardiwinoto, bahwa dari total tersebut, ada sekitar 60-80 persen yang merupakan dominasi pajak, dan biasanya dari pajak kendaraan bermotor (PKB). “Sementara PAD sendiri perlu adanya pengembangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD),” kata Hardiwinoto, dalam Diskusi Prime Topic yang diselenggarakan MNC Trijaya FM Semarang, dengan tema: PAD Non Pajak, di Harris Cafe Hotel Harris Sentral Semarang, Senin (8/10). Terkait pengembangan BUMD di Jateng, Hardiwinoto melanjutkan, bahwa nantinya BUMD ini yang akan mengelola pendapatan dari usaha dengan jasa real seperti pertanian, jasa, pariwisata, termasuk garam. “Bidang pariwisata misalnya, kalau dikembangkan bisa berpengaruh pada bidang lainnya seperti transportasi. Selain itu idle-idle seperti lahan, gedung, atau aset itu hendaknya diberdayakan dengan cara disewakan,” tandasnya. Sumber: suaramerdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only