Ekspor Kaca Tertahan Biaya Produksi

Inkonsistensi Keputusan Pemerintah
October 15, 2018
Nobel Ekonomi Zaman Now
October 15, 2018

JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) mendorong produsen kaca lokal melirik peluang ekspor. Namun, hal tersebut masih terbentur biaya produksi industri kaca di Tanah Air yang masih belum kompetitif.

Ketua Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP), Yustinus Gunawan tak menampik, di tengah pelemahan kurs rupiah, peluang produsen kaca untuk meningkatkan meningkatkan ekspor semakin terbuka. Apalagi, Asosiasi mencatat porsi ekspor industri kaca nasional rata-rata masih di kisaran 25%-35% setiap tahun.

Hanya saja, bagi industri kaca, penambahan porsi ekspor tak semudah mebalikkan telapak tangan. Sebab, biaya produksi di dalam negeri masih cukup tinggi. Hal itu lantaran harga gas bumi yang juga tinggi. “Akibatnya, daya saing industri kaca lembaran Indonesia masih lemah untuk memenangi persaingan di pasar global,” ujar Yustinus kepada KONTAN, kemarin.

Meski demikian, produsen kaca lokal tetap konsisten memasok pasar ekspor, meski belum meningkat signifikan.

Produsen kaca lembaran PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA), misalnya, memproyeksikan porsi penjualan lokal dan ekspor pada tahun ini tak banyak berubah dibandingkan tahun lalu. Perinciannya, sekitar 65% penjualan ke pasar domestik dan 35% menyasar ekspor.

Corporate Secretary PT Mulia Industrindo Tbk, Henry Bun, mengatakan perusahaan ini perlu menjaga keseimbangan permintaan agar kapasitas produksi pabrik dapat terserap dengan baik.

Sementara untuk pasar domestik, menurut Henry, dengan menguatnya nilai tukar dollar AS, ada kecendrungan permintaan kaca lembaran impor menjadi tertahan. “Sebab kalau impor tentu biayanya lebih mahal, sementara kami tetap bisa menyuplai dengan produk yang berkualitas baik,” pungkas dia.

Saat ini, MLIA masih membeli 50% bahan baku produk kaca lembaran dengan dollar AS. Kondisi tersebut mendorong MLIA menaikan harga produknya di kisaran 5% dibandingkan tahun lalu. Namun perusahaan ini yakin permintaan produk kaca lembaran tetap bertmbuh.

Sumber: KONTAN

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only