Pengusaha Tekstil Minta Insentif Ini agar Investasi Meningkat

Tingkatkan Devisa, Kemenpar Usul Regulasi VAT Refund Wisman Direvisi
October 17, 2018
92 Persen Alat Kesehatan di Indonesia dari Impor, Ini Fakta Lainnya
October 17, 2018

JAKARTA – Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) harapkan kebijakan insentif baru dari pemerintah untuk tarik minat investor, setelah kenaikan upah minimum provinsi (UMP) yang dinilai dapat memberikan kepastian usaha.

Hal tersebut disampaikan Ketua API Ade Sudrajat kepada Bisnis, Selasa (16/10). Ade menjelaskan kebijakan pemerintah yang menaikkan UMP dapat menunjukkan keseimbangan antara pengusaha dan pekerja. Hal tersebut dinilai dapat memberi sentimen baik bagi investor.

Ade mengatakan saat ini belum ada investor baru dalam industri tekstil. Dia menjelaskan bahwa investasi harus terus dikembangkan karena merupakan suatu keharusan bagi perusahaan yang ingin tetap kompetitif, khususnya di pasar global.

Untuk menarik investor, Ade menjelaskan, pemerintah perlu membuat kebijakan baru khsusnya mengenai intensif yang progresif. Dia mencontohkan insentif yang dapat diberlakukan seperti tax holiday untuk industri padat karya. Kebijakan seperti itu dapat menarik investor, tetapi jumlahnya tergantung prosedur yang berlaku.

“Tergantung prosedurnya, kalau prosedurnya seperti angkot harus melalui berbagai kementerian mungkin kecil [peningkatan investasinya], tapi kalau one stop mungkin membeludak,” ujar Ade.

Kenaikan UMP sebesar 8,03% yang diapresiasi Ade akan berlaku pada tahun depan. Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Selasa (16/10), menjelaskan kenaikan tersebut merujuk pada merujuk formula penambahan dari pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang diatur dalam Pasal 44 Ayat 1 dan 2 PP Nomor 78 Tahun 2015.

Sumber:industri.bisnis.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only