Sepekan bergerak fluktuatif, IHSG kehilangan 1,5%

JAKARTA. Pada perdagangan Jumat (26/10), Indeks Harga Saham Gabungan berhasil menghijau 0,52% ke level 5.784. Jika dibandingkan dengan pekan lalu, IHSG ditutup melemah 1,5%.

Selama sepekan ini, investor asing telah mencatatkan penjualan bersih atau net sell sebesar Rp 326,42 miliar.

Senior Analyst Research Division Anugerah Sekuritas Bertoni Rio mengatakan, setelah Bank Indonesia menahan suku bunga acuan 7-day reverse repo rate di level 5,75%, pasar sempat merespons negatif. Sedangkan di pasar eksternal, tengah terjadi sell off bursa global, ketegangan geopolitik, salah satunya karena kematian jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi.

“Selain itu, IHSG dua hari terakhir tampil berbeda dengan bursa eksternal, investor fokus dengan saham-saham big caps yang relatif murah atau undervalue memanfaatkan sentimen laba bersih,” tutur Bertoni kemarin.

Valdy Kurniawan, analis Phintraco Sekuritas mengatakan, pergerakan IHSG sepekan fluktuatif dalam rentang support 5.700 dan resistance 5.875. Pemicunya adalah ekspektasi berlanjutnya kebijakan moneter ketat oleh bank sentral AS Federal Reserve (The Fed).

Selanjutnya ada data makro ekonomi China yang kurang memuaskan. Hal ini meningkatkan kekhawatiran dampak perang dagang antara AS dengan China terhadap kondisi ekonomi global.

“Dari dalam negeri, RDG BI memutuskan untuk mempertahankan BI Rate meskipun The Fed memertahankan kebijakan moneter ketat, selain itu investor juga mencermati rilis laporan keuangan kuartal III-2018,” imbuh Valdy.

Untuk pekan depan, Valdy menyatakan jika rentang support dan resistance pada pekan ini masih berlaku.

Dengan sentimen tambahan berupa rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengurangi pajak penghasilan bagi masyarakat menengah di AS.

Bertoni menambahkan untuk seminggu ke depan, tepat dengan penutupan Oktober, potensi investor memburu big caps undervalue dan pengumuman dividen menjadi sentimen positif. Menurutnya IHSG pekan depan akan berada di kisaran level 5.740-5.850.

Bertoni menyarankan investor untuk melirik saham-saham menarik seperti HMSP, GGRM, CPIN, IPFA, MAIN, TLKM, EXCL, ISAT, Juga dari sektor pertambangan boleh masuk ke ADRO, ITMG, UNTR dan DOID.

 

Sumber : kontan.co.id

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp WA only