Momentum Perbaikan Iklim Investasi Harus Dijaga

Strategi DJP Capai Target Penerimaan Pajak 2019
November 1, 2018
Sri Mulyani: Kondisi Ekonomi dan Sistem Keuangan Masih Terkendali
November 2, 2018

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan momentum perbaikan iklim investasi yang telah berjalan harus terus dijaga meski realisasi investasi pada triwulan III-2018 tidak begitu menggembirakan. “Pemerintah harus menjaga momentum perbaikan iklim investasi kita, tidak hanya di pusat, tapi juga di daerah,” ujarnya di Jakarta, Rabu (31/10).

Dia menjelaskan sektor investasi memiliki dampak positif untuk menciptakan kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menambah jumlah modal dan mendorong nilai tambah industri di Indonesia agar makin produktif.

Untuk itu, upaya untuk menjaga iklim investasi yang telah dilakukan dengan menyediakan sistem pelayanan terintegrasi (OSS) dan memberikan insentif perpajakan seperti “tax holiday” maupun “tax allowance” harus terus dilakukan.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menegaskan Kementerian Keuangan akan selalu berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terkait dukungan insentif yang diberikan terutama pada sektor yang menjadi prioritas utama investasi.

“Mengenai sektor yang menjadi prioritas, apakah itu pariwisata, apakah sektor ekspor manufaktur atau sektor yang sifatnya hulu, kami akan menggunakan instrumen dan menyiapkan agar keuangan negara selalu siap dan bisa digunakan secara tepat,” ujar Sri Mulyani seperti dikutip Antara.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan realisasi investasi penanaman modal di Indonesia pada triwulan III-2018 mencapai Rp173,8 triliun, menurun 1,6 persen, dibandingkan realisasi investasi pada periode yang sama tahun sebelumnya Rp176,6 triliun. “Tren investasi di Indonesia tahun 2018 masih kurang menggembirakan. Jadi trennya terus terang agak ‘soft’,” kata Kepala BKPM Thomas Lembong.

Kendati saat ini perekonomian global masih bergejolak yang dipicu perang dagang, kenaikan suku bunga AS dan penguatan dolar AS, Thomas lebih menyoroti faktor internal yaitu implementasi kebijakan-kebijakan investasi pemerintah.

“Apa karena faktor eksternal? Perang dagang, tekanan mata uang di negara berkembang dan sebagainya, saya pribadi tetap tempatkan tanggung jawab pada faktor internal. Jadi menurut saya eksekusi implementasi dari kebijakan-kebijakan terkait investasi masih kurang ‘nendang’,” ujar Thomas.

BKPM memprediksi realisasi investasi (penanaman modal) langsung di Indonesia sepanjang 2018 akan mencapai Rp730 triliun, di bawah target tahun 2018 yang dipatok sebesar Rp765 triliun. “Target realisasi investasi 2018 kan Rp765 triliun. Sebetulnya di triwulan II kami, Bappenas, Kemenkeu, menilai itu tidak realistis. Perlu direvisi menjadi Rp730 triliun,” kata Tom, sapaan akrab Thomas.

Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Sinthya Roesly mengatakan pihaknya akan terus melakukan peningkatan kualitas dalam memfasilitasi kegiatan ekspor, salah satunya dengan kerja sama kelembagaan, baik dalam negeri maupun luar negeri. Kerja sama antara BKPM dan LPEI diperlukan dalam upaya mendukung iklim dan pelayanan penanaman modal yang kondusif untuk peningkatan penanaman modal, perekonomian nasional dan kapasitas sumber daya.

“Kerja sama dengan BKPM akan sangat membantu LPEI dalam menjalankan mandatnya, yaitu mendorong peningkatan ekspor. Ketersediaan informasi terkait kondisi perdagangan internasional, penanaman modal, serta koordinasi antar lembaga akan sangat bermanfaat bagi eksportir untuk meningkatkan daya saing dan masuk ke pasar-pasar prospektif,” ujarnya pada saat penandatanganan nota kesepahaman dalam rangka mendukung ekspor dan investasi nasional.

Saat ini LPEI mencatat total aset sebesar Rp119 Triliun dengan kinerja pembiayaan Rp109 triliun, Penjaminan Rp11.5 triliun, Asuransi Rp11.9 Triliun. LPEI juga melaksanakan tugas Jasa Konsultasi dan telah melahirkan sebanyak 20 eksportir baru. BKPM dan LPEI dalam MoU tersebut menyepakati 10 poin kesepahaman, antara lain, dukungan terhadap perekonomian nasional, terutama untuk mendorong investasi dan perdagangan internasional. munib

Sumber: neraca.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only