Pelabuhan Perdagangan Bebas Guangxi China Terdekat dengan ASEAN

BPS soal Keinginan Prabowo Setop Impor: Arah Kebijakan Kita ke Sana
November 7, 2018
Konsumsi Tumbuh 5 Persen, BPS Sebut Daya Beli Masyarakat Membaik
November 7, 2018

Guangxi – China memiliki enam kawasan pelabuhan berikat (bonded port), yang salah satunya berada di kota Qinzhou, Guangxi. Ini merupakan kawasan pelabuhan berikat keenam setelah Shanghai Yangshan, Tianjin Dongjiang, Dalian Dayaowan, Hainan Yangpu, dan Ningbo Meishan. Kawasan sibuk ini merupakan satu-satunya area pelabuhan berikat di wilayah China tengah dan barat.

Pembentukan Guangxi Qinzhou Free Trade Port Area (GQFTPA) atau Area Pelabuhan Perdagangan Bebas Qinzhou Guangxi ini secara resmi disetujui oleh pemerintah China pada 29 Mei 2008. Pelabuhan yang merupakan satu-satunya area pelabuhan berikat di pantai barat China ini, merupakan area pelabuhan berikat yang paling dekat dengan negara-negara ASEAN.

GQFTPA yang berada di bagian terdepan koridor China-ASEAN, menjadi platform inti bagi pengembangan Zona Ekonomi Teluk Beibu Guangxi.

detikFinance dan wartawan lain serta cendekiawan Indonesia berkesempatan melihat langsung kawasan pelabuhan berikat ini atas undangan Kedutaan China di Indonesia.

“Kawasan ini total luas wilayahnya 10 kilometer persegi, yang terdiri dari area operasi pelabuhan, zona logistik berikat, zona pengolahan ekspor dan zona layanan komprehensif,” kata Yang Yu Hang, Sekjen CPC Youth Groups Qinzhou Port kepada rombongan wartawan dan cendekiawan Indonesia.

Pelabuhan berikat Guangxi merupakan salah satu pelabuhan impor untuk mobil-mobil, juga salah satu pelabuhan yang ditunjuk untuk daging impor, buah-buahan impor dan lainnya.

Disebutkan bahwa saat ini pembangunan infrastruktur di fase pertama seluas 2,5 kilometer persegi telah selesai. Pembangunan itu mencakup gedung-gedung administrasi dan multifungsi dengan total luas 35 ribu meter persegi, fasilitas pemisahan seluas 6,4 kilometer juga telah selesai dibangun beserta area pemeriksaan, pusat monitoring dan lainnya. Fase kedua dan ketiga saat ini tengah dipercepat.

Hang menjelaskan bahwa GQFTPA memiliki tiga fungsi, yakni pelabuhan, logistik dan pengolahan. Layanan yang diberikan GQFTPA adalah gudang penyimpanan barang, perdagangan internasional, transfer internasional, operasi pelabuhan, inspeksi, pemeliharaan dan layanan lainnya yang disetujui badan Bea Cukai.

Untuk menarik para investor, GQFTPA menetapkan bahwa barang-barang yang masuk dari luar negeri, tidak akan dikenakan bea masuk impor ataupun pajak terkait impor lainnya. Barang-barang yang dikirim dari GQFTPA ke luar negeri juga akan dibebaskan dari bea ekspor.

Dikatakan Hang, sejauh ini kawasan pelabuhan berikat ini menunjukkan peningkatan yang menjanjikan dengan 12 perusahaan perkapalan dan logistik telah bergabung di kawasan pelabuhan berikat ini, termasuk perusahaan China Shipping (Group) dan Sinotrans Container Lines Co., Ltd.

Dalam waktu dekat ini, jalur kapal dari Qinzhou ke Taiwan dan negara-negara ASEAN akan segera dibuka. Selain melayani jalur domestik China, untuk saat ini jalur kapal dari Qinzhou menuju Hong Kong dibuka lima kali per minggu.

Sumber: finance.detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only