Peluang Kubu Republik di Kongres AS Membaik, Bursa Asia Antusias

JK Akui Tarif Cukai Rokok Tak Naik demi Stabilitas Pemilu
November 7, 2018
Wapres Kalla: 6 Bulan Sebelum Pemilu, Pemerintah Biasanya Tak Menaikkan Apa Pun
November 7, 2018

JAKARTA – Bursa saham Asia berhasil membalik koreksinya ke wilayah positif pada perdagangan pagi ini, Rabu (7/11/2018), bersama dengan indikator bursa Amerika Serikat (AS) saat hasil awal pemilu paruh waktu di negara tersebut tampak menunjukkan membaiknya peluang Partai Republik di Kongres.

Berdasarkan data Reuters, indeks MSCI Asia Pacific selain Jepang naik 0,2%, sedangkan indeks Nikkei Jepang menguat 0,6% setelah sempat tergelincir ke teritori negatif.

Sementara itu, indikator bursa S&P 500 berbalik naik 0,4% bersama dengan dolar AS, saat kubu Partai Republik terlihat mengambil sejumlah kursi yang diperebutkan di wilayah Pantai Timur AS.

Pemilu kongres tersebut memang banyak dipandang sebagai referendum mengenai gaya polarisasi Presiden Donald Trump beserta kebijakan “Amerika First” yang diusungnya.

Baik indikator bursa AS maupun dolar AS sebelumnya terbebani kekhawatiran mengenai kekalahan kubu Republik di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS.

Partai Demokrat, oposisi Partai Republik yang dipimpin Trump, diprediksi akan mengambil 23 kursi yang mereka butuhkan untuk mendapatkan mayoritas kursi di DPR.

Namun jajak pendapat juga menunjukkan peluang yang lebih sedikit bagi kubu Demokrat untuk mendapatkan dominasi di Senat AS.

“Sepertinya Partai Republik memiliki kesempatan nyata untuk tidak hanya mengambil kendali di Senat tetapi juga di DPR. Ini tampaknya mendorong saham naik,” kata Hirokazu Kabeya, kepala strategi global di Daiwa Securities, seperti dikutip Reuters.

Banyak pelaku pasar sebelumnya memperkirakan Demokrat akan meraih kendali di DPR. Ini bisa berdampak pada keberlanjutan langkah pemangkasan pajak oleh pemerintahan Trump dan berpotensi menyebabkan penghindaran risiko di pasar.

Langkah pemangkasan pajak secara besar-besaran oleh pemerintahan Trump dan kesepakatan mengenai pengeluaran yang tercapai pada Februari telah membantu mengangkat ekonomi AS, meskipun juga memperlebar defisit anggaran federal AS.

Banyak pula investor yang memperkirakan Trump akan terus mengambil garis keras mengenai tarif perdagangan, yang dapat dia terapkan tanpa persetujuan Kongres. Hal ini membuat bertahannya kekhawatiran tentang perang dagang AS dengan China.

 

Sumber : bisnis.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only