Wapres Kalla: 6 Bulan Sebelum Pemilu, Pemerintah Biasanya Tak Menaikkan Apa Pun

Peluang Kubu Republik di Kongres AS Membaik, Bursa Asia Antusias
November 7, 2018
Indef: Ekonomi Negara Berkembang Mulai Bangkit, Kecuali Indonesia
November 7, 2018

JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan pemerintah tak akan menaikan harga apapun selama enam bulan sebelum pemilu. Hal itu dilakukan untuk menjaga stabilitas.

Hal itu disampaikan Kalla saat ditanya alasan pemerintah batal menaikan cukai rokok.

“Ya hampir semua dapat dikatakan bahwa menjelang pemilu kita harus menjaga stabilitas. Karena itu hampir boleh dibilang, pemerintah tidak pernah menaikkan, pemerintah siapa saja ya. Pemerintah hampir tak menaikkan sesuatu enam bulan sebelum pemilu,” kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Karena itu, saat ini pemerintah juga tidak menaikkan harga BBM, tarif dasar listrik, dan pajak apapun.

Menurut Kalla, dengan harga yang tidak naik maka masyarakat tak akan ribut dan tercipta kestabilan.

“BBM tidak naik, listrik tidak naik, pajak tidak naik. Biasanya enam bulan sebelum pemilu enggak ada itu pergerakan, demi stabilitas supaya jangan ribut masyarakat,” lanjut dia.

Presiden Joko Widodo sebelumnya juga membatalkan kenaikan harga BBM jenis premium.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan sebelumnya menyebut bahwa, sesuai arahan Presiden, premium akan naik pada Rabu (10/10/2018), paling cepat pukul 18.00 WIB.

Namun tak sampai satu jam, pernyataan Jonan itu langsung dikoreksi oleh anak buahnya.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi, Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan, harga premium batal naik berdasarkan arahan Presiden Jokowi.

Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi, Erani Yustika mengatakan, pembatalan tersebut terjadi karena Presiden mendengarkan aspirasi publik.

Menurut dia, Presiden ingin memastikan daya beli masyarakat tetap menjadi prioritas dari setiap kebijakan yang diambil.

 

Sumber : kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only