Pileg AS & Ekspor-Impor China Bawa Bursa Asia Menghijau

Sri Mulyani: Ada Masif Capital Outflow kembali ke AS
November 9, 2018
Jurus Simple Sri Mulyani Agar Rupiah Menguat: Komunikasi!
November 9, 2018

Jakarta,- Bursa saham utama kawasan Asia ditutup menguat pada perdagangan hari ini: indeks Nikkei menguat 1,82%, indeks Hang Seng menguat 0,31%, indeks Strait Times menguat 0,91%, dan indeks Kospi menguat 0,67%.

Hasil midterm elections (pemilu sela) di AS memberikan suntikan energi bagi bursa saham Benua Kuning. Kini, posisi mayoritas di House of Representatives dipegang oleh Democratic setelah sebelumnya dipegang oleh Republican, sementara Republican mempertahankan posisi mayoritasnya di Senate.

Dengan House of Representatives dikuasai oleh Democratic, sebenarnya kebijakan-kebijakan pro pertumbuhan ekonomi seperti pemotongan tingkat pajak dan peningkatan anggaran belanja infrastruktur akan menjadi sulit untuk diloloskan. Jika diloloskan pun, pastinya sudah melalui ‘penyaringan’ dari Democratic yang membuatnya menjadi tak begitu ekspansif.

Namun di sisi lain, ada peluang, walaupun tak besar, bahwa Presiden AS Donald Trump akan mencabut bea masuk yang telah menyulut perang dagang dengan China. Hal ini bisa dilakukan Trump guna mengompensasi tidak digolkannya kebijakan-kebijakan pro pertumbuhan ekonomi di Kongres.

Kemudian secara historis, kala tahta kepresidenan ditempati oleh seorang Republican seperti saat ini, pasar saham biasanya memang menunjukkan performa yang baik ketika Kongres terpecah.

“Di bawah kepemimpinan presiden Republican, Kongres yang terpecah merupakan skenario yang terbaik, menghasilkan 12% rata-rata imbal hasil tahunan untuk indeks S&P 500,” papar Ekonom Bank of America Merill Lynch Jospeh Song, seperti dikutip dari CNBC International.

Berbicara mengenai perang dagang, data ekspor-impor China periode Oktober 2018 semacam menyangkal bahwa panasnya tensi antara Beijing-Washington telah membebani perekonomian Negeri Panda.

Sepanjang bulan lalu, ekspor China tumbuh sebesar 15,6% YoY, mengalahkan konsensus yang dihimpun oleh Reuters sebesar 11% YoY, seperti dilansir dari CNBC International. Sementara itu, impor tumbuh sebesar 21,4% YoY, juga mengalahkan konsensus yang sebesar 14% YoY.

Sumber Cnbc indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only