Simak! Ini Penjelasan BI Kenapa Rupiah Jadi Terlemah di Asia

Insentif Pajak R&D Segera Meluncur Akhir Tahun Ini
November 13, 2018
Cukai Rokok Batal Naik, Target Pajak Sulit Tercapai
November 13, 2018

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di awal pekan ini melemah cukup dalam. Bahkan rupiah sempat menjadi yang paling parah melemahnya di Asia pada pembukaan tadi pagi, Senin (12/11/2018).

Apa penyebabnya?

Bank Indonesia (BI) menjelaskan, China masih menjadi faktor dominan.

“Pelemahan rupiah hari ini sejalan dengan melemahnya seluruh mata uang regional, dipicu sentiment negatif atas indikasi pelemahan ekonomi China dan reaksi pemerintah Italia yang belum akan melakukan penyesuaian budget plan sesuai dengan permintaan Uni Eropa,” kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia, Nanang Hendarsah, Senin (12/11/2018).

“Kesemuanya mememicu pelepasan saham mulai dari pasar modal AS ke pasar Asia, aksi beli surat obligasi pemerintah AS sebagai instrument yang aman (flight to quality), dan menurunnya harga komoditas,” imbuh Nanang.

Menurutnya sampai siang hari ini, BI melihat terjadi outflow atau dana asing keluar dari pasar Surat Berharga Negara (SBN). “Namun masih kecil,” tutur Nanang.

Mengutip Reuters, Menteri Keuangan China, Liu Kun, mengatakan pemerintah akan memberikan stimulus pajak untuk menggairahkan dunia usaha Negeri Tirai Bambu. Bentuknya adalah pengurangan tarif Pajak Penghasilan (PPh) badan dan kewajiban perpajakan bagi eksportir.

Pelaku usaha China memang sedang lesu. Ini terlihat dari dua data teranyar yaitu inflasi di tingkat grosir (Producer Price Index/PPI) dan penjualan mobil.

Inflasi tingkat produsen di China pada Oktober 2018 tercatat 3,3% secara tahunan, melambat dibandingkan pencapaian bulan sebelumnya yaitu 3,6%.

Kemudian penjualan mobil pada Oktober 2018 turun 11,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi dalam 4 bulan berturut-turut. Bahkan penurunan Oktober 2018 menjadi yang terdalam sejak Januari 2012.

Dengan pemberian stimulus, meski belum ada elaborasi lebih lanjut, pasar keuangan China kembali bergairah. Mata uang yuan menguat 0,02% di hadapan greenback, sementara indeks Shanghai Composite menguat 0,1% pada pukul 09:25 WIB.

 

Sumber : cnbcindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only