Maaf, Tak Ada Lagi Kebijakan Baru untuk Tekan CAD

Defisit Transaksi Berjalan Kuartal IV Diyakini Terkikis Mandatori B20
November 13, 2018
Ribuan Kendaraan Dinas di Banten Tunggak Pajak hingga Rp3,7 Miliar
November 13, 2018

Posisi defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) pada kuartal III-2018 kembali membengkak. Bahkan khusus di kuartal IV-2018, CAD diproyeksi kembali di atas 3% dari produk domestik bruto (PDB).

Meski demikian, pemerintah memastikan tidak akan mengeluarkan satupun kebijakan baru untuk mengatasi permasalahan CAD di sisa akhir tahun ini. Namun, berbagai kebijakan yang sudah ada akan terus diptimalkan.

Berbagai kebijakan tersebut adalah kewajiban penggunaan tingkat komponen dalam negeri dalam setiap pembangunan, pengendalian impor melalui kenaikan tarif pajak, sampai dengan kewajiban penggunaan B20.

“Kalau Anda perhatikan, pesan yang disampaikan pemerintah, BI sudah konsisten,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara di Universitas Indonesia, Senin (12/11/2018).

Suahasil tak memungkiri, ada dua persoalan yang membuat defisit transaksi berjalan pada kuartal III-2018 membengkak. Pertama, dari akselerasi impor yang terlihat dari akselerasi perekonomian pada tahun ini.

Kedua, yaitu pengetatan likuiditas global yang memaksa aliran modal asing kembali ke AS. Transaksi modal yang kerap digunakan untuk membiayai CAD, pun akhirnya tidak seoptimal seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Capital inflow kita terbatas di kuartal III-2018 kemarin, sekitar US$ 11 juta . Padahal satu tahun lalu US$ 29 juta. Itu karena uangnya tidak ke emerging, tapi balik ke AS,” jelasnya.

Namun, bendahara negara masih menaruh optimisme tinggi berbagai langkah kebijakan yang dikeluarkan bisa menekan angka defisit transaksi berjalan pada akhir tahun, terutama terhadap defisit migas yang cukup tinggi.

“B20 kami kasih signal, dan semoga itu impornya di bulan Oktober. Memang September belum ada efek terlalu besar, tapi saya yakin kalau itu konsisten, Oktober, November, Desember, defisit migasnya kecil,” katanya.

“Kami yakin bahwa perekonomian kita tetap survive lalu kemudian di akhir tahun pertumbuhan ekonomi 5,2%, dan current account di bawah level kuartal III. […]. Ini sudah kita perkirakan,” jelasnya.

Sumber: cnbcindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only