Bea Cukai menyebut PMK pembebasan bea masuk untuk barang rusak masih berlaku

Optimalkan Penerimaan Negara Lewat RUU Profesi Penilai
November 14, 2018
Realisasi pajak kendaraan di bantaeng sudah capai 82 persen
November 14, 2018

JAKARTA. Pemerintah tengah mengkaji Peraturan Menteri Keuangan tentang Pembebasan Bea Masuk dan/atau Cukai atas Impor Barang yang Mengalami Kerusakan, Penurunan Mutu, Kemusnahan, atau Penyusutan Volume dan/atau Berat dan Penanganan Selisih Berat dan/atau Volume Barang Impor Curah.

Meski begitu, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemkeu) mengatakan, PMK No. 147 tahun 2007 tentang Pembebasan atau Keringanan Bea Masuk dan/atau Cukai atas Impor Barang yang Mengalami Kerusakan Penurunan Mutu, Kemusnahan atau Penyusutan Volume atau Berat masih tetap berlaku.

“Sampai sekarang perubahan PMK itu masih dikaji, PMK No. 147 tahun 2007 masih berlaku,” tutur Kepala Subdirektorat Jenderal (Kasubdit) Humas Bea Cukai, Deni Surjantoro kepada Kontan.co.id, Selasa (13/11).

Menurut Deni, kajian perubahan PMK No. 147/2007 sudah dibahas di tahun ini. Namun, dia tidak bisa memastikan kapan PMK baru tersebut akan diterbitkan. Dia pun memperkirakan, PMK tersebut belum akan diundangkan tahun ini.

Meski belum diundangkan, rancangan PMK tersebut sudah dapat diunduh di laman resmi Bea dan Cukai. “Dalam pembuatan PMK, selama kita mengkaji dan membuat aturan, kita rilis di website untuk meminta masukan masyarakat,” tutur Deni.

Dalam rancangan PMK tersebut, aturan yang terbaru adalah adanya penanganan selisih berat dan/atau volume impor barang curah. Deni menuturkan, setiap aturan yang diterbitkan mengikuti perkembangan di kalangan usaha dan masyarakat.

Sumber: nasional.kontan.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only