Ogah Beri Insentif, Menkeu Kaji Kebijakan Pajak Industri Digital

Direncanakan Defisit
November 15, 2018
Asosiasi Batu Bara: Revisi PP 23/2010 Bisa Dorong Investasi
November 16, 2018

JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih belum berencana memberikan insentif bagi industri digital. Pasalnya, industri digital terutama perusahaan unicorn justru lebih mampu menarik modal yang besar dari investor asing.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, saat ini pemerintah masih mengutamakan pembangunan pondasi fiskalnya terlebih dahulu. Pasalnya, industri yang baru berkembang ini masih perlu dipelajari bagaimana model bisnisnya.

“Mungkin poin yang paling penting bukan insentif tapi pondasinya dulu. Kalau mengenai insentif, era digital ini, kalau mereka unicorn, mereka mampu menarik modal yang luar biasa besar dari global,” ujarnya di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis (15/11/2018).

Era digital membuat segala sesuatunya menjadi tidak ada garis pembatas sehingga sulit bagi pemerintah untuk menerapkan pajak dan bea cukai untuk industri ini. Oleh karenanya, pemerintah membutuhkan transformasi baru untuk menerapkan kebijakan fiskal di industri digital.

“Kebijakan fiskal, terutama bea cukai karena era digital makin borderless. Juga semakin harus memahami bagaimana formula policy di sisi perpajakan, PPN (Pajak Pertambahan Nilai), PPh (Pajak Penghasilan),” kata dia.

Selain itu, pemerintah juga masih mempelajari bagaimana usaha mikro kecil menengah (UMKM) dapat masuk ke dalam platform digital. Pasalnya, jika tidak demikian dikhawatirkan bisnis UMKM akan kalah saing.

“Kami dalam hal ini, di Kemenkeu akan memformulasikan kebijakan fiskalnya untuk terus memahami perubahan ini. Kita berinteraksi untuk memahami bisnis model mereka. Jadi pondasi-pondasi awal dari kebijakan-kebijakan di bidang fiskal untuk memahami era digital itu, terus akan kita perbaiki,” tuturnya.

Menurut dia, hal yang perlu diperhatikan di era digital ini adalah mentransformasikan bisnis konvensional menjadi digital. Pasalnya, hal ini dapat menimbulkan banyak perubahan jika tidak segera dilakukan terutama bagi lapangan pekerjaan dan perusahaan itu sendiri.

“Oleh karena itu, kita akan melihat apa yang perlu kita formulasikan terus, agar industri konvensional bisa beradaptasi terhadap hal ini tanpa mengorbankan tenaga kerja yang bekerja di situ,” ucapnya.

Sumber: inews.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only