Kenaikan PPh 22 Bikin Impor Barang Mewah Merosot

Penghapusan denda diharapkan tingkatkan target penerimaan pajak
November 16, 2018
Undang-Undang Zakat akan Diubah, Ketua Baznas: Seperti Bayar Pajak
November 16, 2018

Kementerian Keuangan mengklaim, kebijakan pengendalian impor yang telah dilakukan melalui kenaikan tarif Pajak Penghasilan (PPh) 22 impor yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan nomor 110 Tahun 2018, telah memberikan hasil yang positif.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Heru Pambudi mengatakan, setelah kebijakan tersebut diberlakukan pada September 2018 dengan ditetapkan untuk 1147 komoditas, rata-rata devisa impor harian hingga 11 November 2018 telah turun mencapai 41,05 persen.

“Kebijakan kenaikan tarif PPh impor dengan kisaran 2,5 persen ke 10 persen telah memberikan dampak positif, dalam bentuk devisa impor harian rata-rata yang turun setelah kebijakan diberlakukan sebesar 41,05 persen,” kata dia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis 15 November 2018.

Dia membandingkan sebelum kebijakan itu diberlakukan pada 1 Januari hingga 12 September 2018, devisa harian impor rata-rata mencapai US$31,1 juta. Sedangkan setelah diberlakukan, yaitu sejak 13 September hingga November 2018 devisa impor telah mencapai US$18,3 juta.

Lanjut dia, yang mengalami penurunan terbesar terjadi pada komponen barang konsumsi barang mewah yang mencapai 49,5 persen dari US$10,7 juta menjadi US$5,4 juta. Diikuti bahan konsumsi penolong yang turun 39 persen dari US$15,9 juta menjadi US$9,6 juta. Kemudian, barang konsumsi murni yang turun 32 persen dari US$4,8 juta menjadi US$3,22 juta.

“Secara umum dibandingkan komoditas di luar 1147, maka juga terjadi penurunan 3,4 persen. Dengan demikian, kita bisa mengatakan bahwa kebijakan ini telah tepat sasaran, terutama menurunkan importasi bagi barang-barang mewah sebesar 9,90 persen,” tutur dia.

Sumber: viva.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only