Pemerintah Batalkan Lelang 4 SBN, Sri Mulyani: Pembiayaan Sudah Tercukupi

Telat Bayar Pajak Bisa Disanksi
November 23, 2018
Properti mewah Rp 20 Miliar tak kena PPnBM, pengembang MKPI bergairah
November 23, 2018

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan alasan pemerintah membatalkan empat lelang Surat Berharga Negara atau SBN yang dijadwalkan pada November dan Desember 2018. Ia menyebut alasan pembatalan itu adalah lantaran dari sisi volume pembiayaan tahun ini sudah mencukupi.

“Kalau kita lihat dari penerbitan yang kemarin dan dengan alternatif pembiayaan yang kita miliki sudah mencukupi dari sisi volume pembiayaan tahun ini,” ujar Sri Mulyani di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis, 22 November 2018.

Hingga Oktober 2018, realisasi pembiayaan yang dilakukan Pemerintah mencapai Rp 320,0 triliun. Pembiayaan itu bersumber dari pembiayaan utang sebesar Rp333,72 triliun, atau mencapai 83,6 persen dari APBN 2018. Sementara pembiayaan non utang sebesar negatif Rp13,72 triliun atau mencapai 18,72 persen dari APBN 2018.

Adapun realisasi pembiayaan utang tersebut terdiri dari penerbitan SBN (neto) sebesar Rp343,23 triliun atau mencapai 82,8 persen dari APBN 2018 dan pinjaman (neto) sebesar negatif Rp9,51 triliun atau sekitar 62,1 persen dari rencana Pemerintah di tahun 2018. Pembiayaan utang juga menunjukkan tren yang menurun apabila dibandingkan dengan realisasi Oktober 2017, yaitu turun sebesar 19,5 persen year-on-year.

Belum lagi, kata Sri Mulyani, hingga Oktober 2018, penerimaan negara juga cukup baik. Realisasi penerimaan Pajak sampai dengan 31 Oktober 2018 tercatat sebesar Rp1.016,52 triliun atau 71,39 persen terhadap target APBN 2018. Capaian tersebut tumbuh 17,64 persen ketimbang tahun lalu. Jika tidak memperhitungkan penerimaan dari uang tebusan tax amnesty pada tahun 2017, maka penerimaan pajak tumbuh 19,30 persen. Pertumbuhan penerimaan pajak terutama bersumber dari penerimaan PPh migas, PPh nonmigas, serta PPN dan PPnBM.

Sementara, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga akhir Oktober 2018 mencapai Rp 315,44 triliun atau 114,5 persen dari target APBN 2018. Realisasi PNBP bulan ini tumbuh sebesar 34,5 persen jika dibandingkan dengan penerimaan PNBP pada Oktober 2017. Kenaikan harga komoditas minyak bumi dan batu bara sepanjang periode Januari-Oktober 2018 yang terus berlanjut menjadi faktor utama yang menyebabkan peningkatan penerimaan PNBP.

Kementerian Keuangan membatalkan sisa lelang Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN/Sukuk Negara) di pasar perdana domestik sebagaimana dimuat dalam kalender penerbitan SBN tahun 2018. Berdasarkan kalender tersebut, masih ada empat kali penerbitan surat utang tersebut.

“Pemerintah menginformasikan bahwa rencana lelang pada empat tanggal tersebut ditiadakan,” dikutip dari siaran pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan.

Semestinya masih ada empat kali lelang dilakukan hingga akhir tahun ini, yakni lelang penerbitan SBSN tanggal 27 November 2018, lelang penerbitan SUN tanggal 4 Desember 2018, lelang penerbitan SBSN tanggal 11 Desember 2018, dan lelang penerbitan SUN tanggal 18 Desember 2018.

Menurut Sri Mulyani seperti dikutip dari siaran pers tersebut, pembatalan rencana penerbitan SBN di pasar perdana tersebut diputuskan setelah mempertimbangkan outlook pemenuhan target pembiayaan APBN tahun 2018 yang bersumber dari lelang penerbitan SBN.

Sumber: bisnis.tempo.co

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only