Yamaha Berharap Pemerintah Tinjau Penerapan Pajak Motor 300 cc

Ditantang Sri Mulyani, Bos BEI Sanggupi 1.000 Emiten dalam Tiga Tahun
December 4, 2018
Sri Mulyani Ingin Jumlah Emiten Bursa Efek Capai 1.000
December 4, 2018

JAKARTA – PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) berharap pemerintah mengkaji penerapan pajak barang mewah yang diterapkan pada motor di atas 250 cc. Ini diungkapkan langsung Executive Vice President & COO YIMM Dyonisius Beti kepada Presiden Joko Widodo disela acara pencapaian ekspor 1,5 juta unit ekspor sepeda motor Yamaha, Senin (3/12/2018).

“Indonesia telah berubah dihargai dunia, kami dipercaya memproduksi motor besar 300 cc dan mesin besar lainnya untuk dikirim ke negara-negara maju di 5 benua. Kami mendapat informasi pemerintah sedang berwacana meninjau ulang peraturan agar produksi motor Indonesia dengan kapasitas 300 cc tidak dikenakan pajak penjualan barang mewah sehingga semakin mendukung daya saing produk made in Indonesia,” ucap Dyon dalam pidatonya, Senin (3/12/2018).

Ditanyakan lebih lanjut mengenai rencana tersebut, Dyon menyebutkan bahwa kebijakan mengenai pajak 250 cc sudah ada sejak 20 tahun lalu. Tujuannya ketika itu untuk memproteksi di dalam negeri dari barang impor.

“Jadi tidak ada yang lebih dari 250 cc, kalau ada kena pajak mewah. Nah sekarang kita sudah mampu membuat motor di atas 250 cc. Kami harapkan pemerintah melihat kembali kebijakan ini,” ucap Dyon.

Dyon menjelaskan bila motor Xmax yang dibanderol Rp 57,8 juta tersebut terpengaruh peraturan pajak barang mewah yang berlaku. Di Eropa sendiri tidak ada pengenaan pajak barang mewah untuk motor 300 cc.

Dyon menegaskan, keinginan peninjauan pajak barang mewah untuk motor 300 cc ini bertujuan untuk meningkatkan skala ekonomi. Ini kemudian berimbas pada peningkatan ekspor ke luar negeri.

“Kita ingin ekspor kencang, skala ekonomi juga harus ditingkatkan. Kalau 300 cc bebas barang mewah, masyarakat bisa menikmati motor dengan harga tidak jauh dari Eropa. Mesin sendiri dari 250 cc ke 300 cc itu bedanya paling 10 persen, pajaknya saja yang tinggi,” ucap Dyon.

Dyon berharap pemerintah meninjau hal ini karena untuk mengembangkan produk dalam negeri yang bersaing di pasar internasional. Jika tidak akan sulit untuk bersaing dengan negara tetangga yang memproduksi lebih banyak.

“Kenapa produksi kita sendiri malah lebih mahal. Jadi motor 300 cc tidak hanya dinikmati juga orang luar tapi juga di Indonesia,” ucap Dyon.

Yamaha saat ini mengekspor Xmax, MT-03 dan YZF-R3 yang berukuran mesin 300 cc.

 

Sumber : kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only