Trump: China Pangkas Tarif Otomotif

KSEI: Insentif pajak buka jalan bagi perusahaan untuk masuk pasar modal
December 4, 2018
Antisipasi risiko ketidakpastian, Menkeu: Jaga permintaan domestik dan tarik investor
December 4, 2018

WASHINGTON. Gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan China yang berhasil disepakati dalam KTT G20 di Argentina membawa harapan, perekonomian dunia bisa lebih kondusif. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, bagian dari komitmen gencatan senjata perang dagang adalah China bersedia mengurangi dan menghapus tarif 40% pada otomotif AS yang diimpor ke China.

Sebelumnya Trump dan Presiden China Xi Jinping setuju menunda tarif baru. Dalam pertemuan yang berlangsung selama dua setengah jam pada Sabtu (1/12), AS setuju untuk tidak menaikkan tarif lebih lanjut pada 1 Januari 2019. Sementara China setuju untuk segera membeli lebih banyak produk pertanian dari para petani AS.

Kedua pihak juga sepakat memulai diskusi tentang penyekesaian masalah yang kini menjadi perhatian, termasuk perlindungan hak milik intelektual, hambatan perdagangan non-tarif dan serangan siber.

Namun, Gedung Putih juga mengatakan bahwa tarif 10% yang ada pada barang-baraang China senilai US$ 200 milliar akan dinaikkan menjadi 25% bila tidak ada kesepakatan yang dicapai dalam 90 hari. Lagi-lagi hal ini membuat sejumlah kecemasan bagi industri global.

Trump dalam cuitan di Twitter pada Minggu (2/12) malam mengatakan China telah setuju untuk mengurangi dan menghapus tarif pada mobil yang masuk ke China dari AS. “Saat ini tarifnya adalah 40%,” tulis Trump.

China tak berkomentar

Namun, regulator China tidak menanggapi komentar tersebut. China juga tidak mau berkomentar terkait potensi peningkatan ekspor dari produsen movil AS seperti Tesla dan BMW yang diproduksi di AS. Sejauh ini, tidak ada negara yang menyebutkan tarif otomotif dalam pembicaraan resmi antara pertemuan Trump dengan Xi Jinping.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang melanjutkan pernyataan dari diplomat segaligus Penasihat Negara China Wang Yi yang menyambut tujuan utama pertemuan tersebut adalah soal pencabutan semua tarif.

“Konsensus yang dicapai oleh para pemimpin kedua negara untuk menghentikan pengenaan tarif baru. Pada saat yang sama kedua pemimpin negara mengistruksikan tim ekonom untuk lebih intensif berbicara soal penghapusan tarif yang dikenakan saat ini,” kata Geng.

Paul Kitney, Chief Equity Strategist di Daiwa Capital Hong Kong menyebut beberapa kesepakatan yang dilontarkan Trump juga bisa berdampak negatif pada ekonomi China. “Ini bukan gencatan senjata, hanya eskalasi ulang. Tarif yang ada saat ini masih berdampak negatif pada ekonomi China,” kata Kitney.

 

Sumber : Harian Kontan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only