3 Negara Asia Diyakini Pasar Bagus untuk Destinasi 10 Bali Baru

Rini Sebut Inalum Bayar Saham Freeport Sebelum 15 Desember
December 6, 2018
Ini Alasan Pengusaha Pesimis CAD Bisa 2,5 Persen di 2019
December 6, 2018

Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Tim Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (10 DPP) alias 10 Bali Baru melakukan rangkaian kegiatan promosi pariwisata Indonesia ke tiga negara yaitu Korea, China dan Jepang.

Dalam siaran pers Kemenpar-10 DPP di Jakarta, Senin, 4/12, disebutkan bahwa Kegiatan promosi tersebut disinergikan dengan beberapa kegiatan lainnya. Misalnya  di Korea kegiatan akan bersinergi dengan Economic Forum 2018 yang digagas Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Lalu di China akan digabung dengan China International Travel Mart di Shanghai pada 16-18 November 2018.

Hiramsyah S Thaib, Ketua Tim Percepatan Pembangunan 10 DPP mengatakan pihaknya semua peluang serta sinergi dengan berbagai institusi dan lembaga akan dioptimalkan untuk mempromosikan pariwisata Indonesia ke dunia internasional.

Salah satu yang akan dipromosikan adalah Kawasan EkonOmi Khusus Mandalika. Kegiatan ini untuk mengenalkan destinasi wisata Mandalika itu kepada para travel agent dan tour operator di Seoul dan Busan. “Saya yakin, melalui kegiatan ini kunjungan wisatawan dari Korea, China dan Jepang ke Indonesia akan terus meningkat,” kata Hiramsyah.

Dia juga mengatakan potensi wisatawan dari tiga negara tersebut sangat tinggi dan hal ini menjadi peluang emas bagi pariwisata Indonesia. Dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan ini, Indonesia optimistis para wisatawan akan menentukan pilihan utama kunjungan wisatanya ke Indonesia.

Terkait dengan pengumuman pemerintah mengenai tax holiday untuk sejumlah sektor usaha pionir, perusahaan yang mendapatkan penugasan dari pemerintah terkait Proyek Strategis Nasional (PSN) dapat mengajukan permohonan fasilitas fiskal tersebut. “Sepuluh Destinasi Pariwisata Prioritas (10 Bali Baru) merupakan Proyek Strategis Nasional, dengan demikian para pelaku usaha yang melakukan investasi dalam 10 Bali Baru dapat menikmati fasilitas fiskal tersebut,” kata Hiramsyah.

Dia percaya kebijakan tax holiday akan mengakselerasi pengembangan 10 Bali Baru ini sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Pemerintah akan memberikan fasilitas tax holiday yang lebih rendah untuk investor yang akan berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus dengan minimal nilai investasi sebesar Rp20 miliar.

Saat ini empat destinasi 10 Bali Baru telah menjadi Kawasan Ekonomi Khusus, KEK yaitu Tanjung Lesung di Banten, KEK Morotai di Maluku Utara, KEK Mandalika di Nusa Tenggara Barat dan KEK Tanjung Kelayang di Bangka Belitung.

 

Sumber : tempo.co

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only