Bila Benar AS Resesi, Trump Akan Torehkan Rekor

Sandiaga Mau Tiru Cara Putin Naikkan Penerimaan Pajak, Efektif?
December 10, 2018
Penerimaan Pajak Baru Rp1.136 Triliun pada Akhir November
December 10, 2018

Jakarta. Di luar masalah hukumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tiba-tiba menghadapi kemungkinan besar menjadi presiden pertama yang mengupayakan pemilihan kembali saat resesi ekonomi sejak mantan Presiden Jimmy Carter.

Sejauh ini, penyelidikan oleh penasihat khusus Robert Mueller telah menjadi ancaman tunggal yang semakin mengikis kedudukan sang presiden.

Namun, ketidakpastian dan gejolak yang terjadi di pasar keuangan minggu ini telah menggelapkan harapan untuk dua tahun terakhir masa jabatan Trump.

Pada kuartal keempat 2018, banyak proyeksi sudah melihat pertumbuhan melambat dari 4,2% dan 3,5% yang masing-masing tercatat di kuartal kedua dan ketiga. Pertumbuhan pekerjaan turun jauh dari harapan pada bulan November, menurut data yang dirilis Jumat pagi (7/12/2018).

Untuk 2019 dan seterusnya, mereka memperkirakan pertumbuhan melambat secara progresif karena menurunnya dampak stimulus fiskal dari pemotongan pajak dan kenaikan belanja pemerintah. Banyak yang memprediksi ekonomi terbesar di dunia itu akan jatuh ke dalam resesi pada 2020, seperti dilansir dari CNBC International.

“Dolar yang kuat, pertumbuhan yang lebih lemah di luar negeri, meningkatnya utang perusahaan, pelambatan dalam perumahan dan kerugian yang terus terjadi saat bea impor diterapkan pada masing-masing rantai pasokan global sedang mengambil korbannya,” kata Diane Swonk, kepala ekonom Grant Thornton LLP, pekan ini.

“Tidak ada yang tahu pasti jerami mana yang akan mematahkan punggung unta, hanya saja mereka terus menumpuk.”

Swonk telah mempercepat prediksi resesi sebelumnya dari paruh kedua tahun 2020 menjadi ke enam bulan pertama.

Di Oktober, Asosiasi Nasional untuk Ekonomi Bisnis melaporkan bahwa dua pertiga dari ahli proyeksi yang disurvei memperkirakan resesi akan terjadi pada akhir tahun pemilihan kembali Trump.

Hal itu akan menjadi peristiwa bersejarah yang langka, dan yang tidak menyenangkan bagi kemungkinan presiden untuk meraih masa jabatan keduanya.

Sumber : cnbcindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only