Peluang Aluminium Terhambat Produksi

Tak Paksa Selebgram Bayar Pajak
January 24, 2019
Kemko Ekonomi Fokus 25 Progam Prioritas
January 24, 2019

JAKARTA. Penguatan harga aluminuium di awal tahun ini dibayangi banjir pasokan dan penurunan permintaan. Jumat (18/1), harga aluminiu kontrak pengiriman tiga bulanan di London Metal Exchange (LME) menguat 0,64% menjadi US$ 1.870 per metrik ton. Bahkan, dalam sepekan harganya masih melesat 1,85% .

Direktur Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, meredanya sentiment negatif perang dagang antara Amerika Serikat dan China membuat sejumlah komoditas logam industri terkerek, tak terkecuali aluminium.

Tahun lalu aluminium menjadi komoditas yang paling terpukul oleh perang dagang. Karena saat pertama kali memberlakukan tarif impor atas produk China, Presiden AS Donald Trump menyasar produk baja dan aluminium.

Jika perang dagang berakhir, peluang aluminium untuk masuk dalam tren bullish terbuka lebar. Mengingat kebutuhan aluminium cukup besar dalam beberapa sektor seperti infrastruktur, otomotif, dan properti. “Peluang harga aluminium juga menguat semakin besar jika rencana pembangunan tembok Meksiko disetujui,”kata Ibrahim.

Di sisi lain, banjir pasokan aluminium juga mengintai harga. Pemerintah China melaporkan, tahun lalu produksi aluminium di negeri Panda ini naik 7,4% menjadi 35,8 juta ton. Ini adalah rekor sepanjang masa China, yang juga merupakan produsen terbesar aluminium dunia.

Selain itu, analis Bloomberg di Hong Kong Zhu Yime nambahkan, sanksi AS atas United Company Rusal Plc juga sudah berakhir. Artinya, perusahaan aluminium terbesar di luar China ini dapat kembali berproduksi dan semakin meningkatkan potensi kelebihan produksi di tahun ini.

Di tengah potensi membludaknya produksi aluminium, permintaan diprediksi menurun setelah pertumbuhan ekonomi China melambat. Biro Statistik Nasional China merilis, pertumbuhan ekonomi Negeri Tirai Bambu ini hanya 6,6% di 2018. Angka ini jadi yang terendah sejak1990. “Aluminium kembali terpuruk di tahun ini,” ungkap Zhu Yi.

Namun, Ibrahim masih memperkirakan harga aluminium akan bergerak dalam rentang  US$ 1.850-US$1.910 per metrik ton.

Sumber : Harian Kontan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only