Rencana Pengenaan Cukai Plastik Semakin Tidak Jelas

Apindo menilai insentif devisa hasil ekspor sudah cukup menarik
January 30, 2019
Ini Strategi Ciptadana AM Terbitkan DIRE
January 30, 2019

JAKARTA. Meskipun pemerintah telah merancangkan aturan pemungutan cukai plastik sejak lama, hingga kini beleid itu tak kunjung terbit. Rencana mengenakan cukai plastik tahun ini juga masih abu-abu. Meskipun, di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 sudah ada target penerimaan Rp 500 miliar dari cukaiplastik.

Kepala Subdirektorat Jenderal (Kasubdit) Hubungan Masyarakat Ditjen Bea dan Cukai, Deni Surjantoro mengakui rancangan peraturan pemerintah (RPP) cukai plastik belum kelar. Saat ini pembahasan masih di tingkat panitia antar-kementrian.

Pembahasan memakan waktu yang lama lantaran menunggu masukan dari berbagai pihak. “Tentunya sekarang masih sinkronisasi dan mendengar masukan-masukan dari berbagai pihak,” ujar Deni, Senin (28/1).

Meski masih dalam tahap pembahasan antar-kementerian, Deni mengatakan pemerintah tetap menargetkan peraturan pengenaan cukai plastik ini tetap bisa diterbitkan tahun ini. Hanya saja Deni juga tak bisa memastikan kapan aturan ini bisa dikeluarkan dan mulai diterapkan.

Tahun lalu, pemerintah juga sudah memasukan rancana pengenaan cukai plastik di APBN 2017. Namun, pengenaan cukai plastik tidak bisa terlaksana karena kegagalan pembentukan payung hukum.

Memang, target penerimaan cukai plastik porisnya sangat masih kecil jika dibandingkan dengan target pendapatan cukai tahun ini yang mencapai Rp 165,5 triliun. Namun, pengenaan cukai plastik ini penting untuk mengurangi pemakaian kantong kresek.

Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai Ditjen Bea dan Cukai Nirwala Dwi Hariyanto menyebut, PP cukai plastik seharusnya sudah terbit sejak akhir 2018. Setelah meleset daritarget itu, Ditjen Bea dan Cukai belum bisa memastikan kapan aturan tersebut keluar. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira memperkirakan, pemerintah baru bisa menerbirkan peraturan tentang cukai plastik baru setelah pemilu. Ia menganggap kebijakan ini molor karena tidak populis khususnya menjelang pemilu. Terlebih, ekonomi yang lesu berdampak negatif pada pelaku industri plastik domestik.

Bhima sependapat jika, kebijakan cukai plastik ini sangat penting untuk mengendalikan sampah plastik. Selain itu sampah plastik kini menjadi sebuah masalah serius.

“Seharusnya pemerintah percaya diri mengeluarkan aturan secepatnya. Pemerintah harus berani tidak populis demi keberlanjutan lingkungan,” ujar Bhima. Bila aturan cukai plastik ini ditetapkan seusai pemilu, dampaknya pada lingkungan tak efektif. Selain itu target penerimaan cukai plastik bisa meleset.

Sumber : Harian Kontan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only