Aturan Cukai Plastik Bikin Trinseo Menunda Ekspansi

Perlu Kejelasan Batas Minimal Devisa yang Harus Mudik
February 8, 2019
Kemenkeu ke Timses Prabowo: Tax Ratio Bukan Alat Ukur Anggaran Bocor
February 11, 2019

JAKARTA. Cita-cita PT Trinseo Materials Indonesia menaikkan kapasitas produksi pabrik sebesar 20% harus pupus sementara. Produsen polystyrene dan latex tersebut menunda rencana ekspansi lantaran ada kabar realisasi penerapan cukai plastik di tahun ini.

Sambil jalan, Trinseo mengambil sikap wait and see alias menunggu momentum dan perkembangan pasar. “Kami tunda melihat kepastian kebijakan pemerintah, mungkin ditunda hingga dua tahun ke depan,” kata Donny Wahyudi, Sales Manager PT Trinseo Materials Indonesia, Kamis (7/2).

Kalau cukai plastik jadi diberlakukan, Trinseo memprediksi, sektor ritel menjadi lapisan pertama yang akan terkena dampak. Selanjutnya, efek merembet kepada sektor industri kemasan dan industri plastik hulu.

Trinseo menilai rencana penerapan cukai untuk membatasi penggunaan plastik sangat kontra diktif. Pasalnya, masalah plastik cukup kompleks. “Pemerintah pusat menginginkan adanya ekspansi di sektor hulu tapi sektor hilirnya diberangus,” tutur Donny.

Informasi saja, saat ini Trinseo mempunyai dua pabrik. Satu pabrik memproduksi polystyrene dengan total kapasitas produki sebesar 85.000 ton per tahun. Satu lagi adalah pabrik latex.

Trinseo menjual mayoritas produk ke pasar dalam negeri. Dalam catatan perusahaan tersebut, komposisi penjualan terdiri dari 85% pasar domestik dan 15% pasar ekspor. Dalam sebulan, Trinseo memasarkan 800 ton-1.000 ton biji plastik ke Filipina, Australia, Selandia Baru, dan Malaysia. Filipina mengambil porsi 400 ton-500 ton per bulan.

Sumber: Harian Kontan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only