Pasar Supercar Tahun Ini Tak Bisa Ngebut

Pajak Mengungkit Tinggi Target Penyampaian SPT 2018
February 11, 2019
Gelombang Penghindaran Pajak dalam Pusaran Batu Bara
February 12, 2019

JAKARTA. Pelaku industri otomotif memprediksikan pasar mobil sangat mewah alias supercar pada tahun 2019 bakal stagnan. Aturan impor dan perpajakan serta momentum tahun politik menjadi pertimbangan mereka.

Menurut pengalaman Importir Umum (IU) kendaraan mewah di lapangan, Kementerian Perindustrian (Kemperin) menahan penerbitan Tanda Pendaftaran Tipe (TPT) untuk mobil dengan kapasitas mesin di atas 3.000 cc dan sepeda motor di atas 500 cc. Alhasil, proses perizinan impor kendaraan mewah menjadi lebih lama.

Padahal sejak September tahun lalu, pemerintah juga mengeluarkan instrumen tambahan berupa kenaikan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil mewah dari sebelumnya 2,5%-7,5%. menjadi 10%-125%. “Ditambah tahun politik, jadi saya rasa tahun lalu atau lebih rendah,” ungkap Rudy Salim, Direktur Prestige Image Motorcars saat dihubungi, Jumat (8/2) pekan lalu.

Meski demikian, roda bisnis harus selalu berputar. Oleh karena itu, pada tahun ini Prestige tetap berencana menambah produk baru Lamborghini Aventador SVJ dan Lamborghini Hurancan EVO. Prestige juga berniat menghadirkan mobil listrik asal Amerika Serikat (AS), yaitu Tesla Model 3 dan Tesla X 90.

Asal tahu, pajak impor untuk Tesla mencapai 70%-100%. Alhasil, harga jual mobil tersebut lebih mahal ketimbang di negara asal. Harganya di pasar Indonesia yakni Tesla Model X 75 seharga Rp 2,8 miliar (on the road) sedangkan Model S 75 seharga Rp 2,7 miliar (on the road).

Importir tetap menyiapkan tambahan kendaraan model baru tahun ini.

Selain dua merek tadi, Prestige mengimpor beberapa supercar lain. Sebut saja Aston Martin, Ferrari, Koeningsegg, Rolls Royce, Bently serta McLaren.

McLaren Jakarta juga berniat menambah kendaraan model baru di Indonesia. Pada kuartal I 2019 bakal hadir McLaren 600 LT Coupe. Menyusul di semester II 2019, McLaren akan menghadirkan seri 600 LT Spider dan seri 720 S Spider. Momentum tahun politik juga menjadi perhatian McLaren Jakarta. “Namun kami tetap berusaha memberikan pilihan-pilihan kepada konsumen,” ujar Viyata Devi, Chief Operating Officer McLaren Jakarta, Jumat lalu.

Sumber : Harian Kontan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only