Setoran Pajak Sektor Manufaktur Turun

Genggam Keberhasilan Bonus Demografi
February 21, 2019
Bea Cukai China Melarang Impor Batubara dari Australia
February 22, 2019

JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat penerimaan pajak sepanjang Januari 2019 tumbuh 8,82% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Jika januari 2018 sebesar Rp 79 triliun, periode yang sama tahun ini naik menjadi Rp 86 triliun.

Meski penerimaan masih tumbuh positif, tetapi penerimaan sektor industri pengolahan justru tumbuh negatif. Padahal sektor ini berkontribusi sebesar 20,8% terhadap total penerimaan pajak. Penerimaan sektor manufaktur tercatat Rp 16,77 triliun atau turun 16,2% dari tahun lalu.

Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan mengatakan, penurunan penerimaan pajak sektor manufaktur terutama karena restitusi dipercepat sehingga melonjak di Januari 2019. Bila dilihat, jumlah restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) mencapai Rp 16,4 triliun atau naik 40,66% YoY. Padahal, pada Januari 2018, nominal restitusi PPN sebesar Rp 11,6 triliun.

Hal yang sama pun diungkapkan Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Hestu Yoga Saksama. “Secara sektoral, sektor manufaktur pertumbuhannya terlihat minus lantaran ada restitusi PPN,” ujar Hestu kepada KONTAN, Kamis (21/2).

Hestu menambahkan, industri utama yang mengajukan bergerak di sektor manufaktur. Dari data Kemkeu, sektor utama yang menerima restitusi adalah industri sawit sebesar Rp 3,6 triliun, industri logam dasar sebesar Rp 2,2 triliun, pertambangan sebesar Rp 2 triliun, industri kertas Rp 1,4 triliun, dan industri kendaraan Rp 1,3 triliun.

Penerimaan pajak bruto sepanjang Januari 2019 ini mencapai Rp 105,28 triliun, masih tumbuh sebesar 11,49% dari penerimaan tahun lalu yang sebesar Rp 94,43 triliun. Na- mun, karena ada restitusi PPN yang tumbuh signifikan, pertumbuhan penerimaan secara netto hanya sebesar 8,82%.

Meski sektor manufaktur masih tumbuh negatif, tetapi penerimaan pajak sektor lainnya masih tumbuh positif. Bahkan ada kenaikan signifikan dibandingkan tahun lalu.

Beberapa sektor yang naik adalah sektor jasa keuangan, transportasi dan pergudangan dan sektor pertambangan. Penerimaan pajak sektor jasa keuangan mencapai Rp 10,02 triliun atau tumbuh 33%, Sektor transportasi dan pergudangan meningkat sebesar Rp 4,69 triliun atau tumbuh 35,4% dari pertumbuhan tahun lalu Sementara, penerimaan dari sektor pertambangan tumbuh sebesar 175,7% men- jadi Rp 3,6 triliun.

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengingatkan, laju penurunan pertumbuhan penerimaan pajak dari sektor manufaktur pada Januari 2019 belum bisa menjadi gambaran kinerja sektor tersebut sepanjang tahun ini. Begitu juga kenaikan penerimaan dari sektor lain secara drastis belum bisa jadi acuan penerimaan tahun ini.

Sumber : Harian Kontan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only