Menanti Kesepakatan AS-China

Ekonom ADBI prediksikan ekonomi Indonesia kuartal I-2019 tumbuh 5,22%
May 8, 2019
Perjanjian ekonomi Indonesia-Korea Selatan (IK-CEPA) ditargetkan selesai tahun ini
May 8, 2019

Jakarta. Kurs rupiah unjuk gigi di hadapan dollar Amerika Serikat (AS). Kemarin, rupiah di pasar spot menguat 0,13% ke level Rp 14.280 per dollar AS.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim menilai, tensi perang dagang antara AS dan China masih mewarnai pasar. Namun, kekhawatiran mereda setelah China mengkonfirmasi, Wakil Perdana Menteri Liu He akan mengunjungi AS untuk pembicaraan dagang ini. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan, bakal menerapkan kenaikan tarif impor produk China menjadi 25% pada Jumat mendatang.

Tetapi, Ekonom Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri melihat,tensi perang dagang AS dan China masih hangat. Sementara, dolar AS masih unggul di pasar global. Tapi, baik Ibrahim dan Reny sepakat bahwa pasar menerima pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2017 sebesar 5,07%.

Reny memperkirakan, rupiah besok melemah dengan rentang pergerakan USD/IDR 14.260-14.325. “Pasar masih wait and see menunggu hasil dari kesepakatan perang dagang AS-China,” katanya. Sedangkan Ibrahim melihat potensi penguatan di range pergerakan 14.215-14.360.

Sumber : Harian Kontan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only